Bagaimana cara mencegah osteolisis patela setiap hari?

Osteolisis patellofemoral sangat umum terjadi pada atlet dan penggemar olahraga, dengan insiden yang lebih tinggi pada wanita daripada pria. Perubahan patologis utama adalah perubahan degeneratif pada tulang rawan, termasuk pembengkakan, fragmentasi, dan hilangnya tulang rawan, dan pada akhirnya bagian kondilus femoralis yang sesuai juga berkembang menjadi osteoartritis sendi patellofemoral. Langkah-langkah pencegahan dan pengendalian osteolisis patellofemoral: 1. Sebelum berolahraga atau berpartisipasi dalam olahraga, lakukan pemanasan dengan berjalan kaki atau mengendarai sepeda statis, lalu lakukan peregangan. Meregangkan otot-otot di bagian depan (paha depan) dan belakang (paha belakang) paha dapat mengurangi ketegangan pada tendon dan mengurangi tekanan pada permukaan sendi patellofemoral lutut saat beraktivitas. Obesitas meningkatkan risiko penyakit degeneratif pada lutut (chondromalacia patellae, osteofit), menciptakan lingkaran setan di mana semakin besar berat badan, semakin besar rasa sakitnya; sebaliknya, semakin ringan berat badan, semakin sedikit rasa sakitnya, sehingga berat badan akan menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan saat merawat chondromalacia patellae dan osteofit. 3, kenakan sepatu yang tepat, sebaiknya bukan sepatu hak tinggi, saat berjalan atau berlari, yang paling penting adalah memakai sepatu yang membantu menjaga keseimbangan tubuh dan garis gaya tungkai bawah. Jika Anda memiliki kebiasaan berlari untuk berolahraga, yang terbaik adalah memakai sepatu yang menyerap goncangan saat berlari, dan Anda juga harus memperhatikan untuk mengganti sepatu secara teratur. Pastikan tali sepatu Anda tidak terlalu panjang sebelum berpartisipasi dalam olahraga jarak jauh. Osteolisis patellofemoral sering kali tidak serius pada tahap awal dan dapat diatasi dengan istirahat atau obat penghilang rasa sakit secara umum. Lesi berkembang dalam “keadaan tersembunyi” sampai berkembang menjadi artritis patellofemoral, yang pada kasus yang parah membatasi ekstensi dan fleksi lutut serta mencegah Anda untuk berdiri dengan satu kaki. Pada kasus osteoartritis patellofemoral yang sudah lanjut, tulang rawan dan tulang subkondral di area lesi telah rusak secara signifikan dan tulang rawan tidak memiliki kemampuan untuk regenerasi dan perbaikan.