Apa itu demensia?

Demensia didefinisikan sebagai gangguan kognitif yang lebih parah dan menetap. Pada awal perjalanan demensia, terjadi gangguan memori jangka pendek, kemampuan untuk mempelajari hal-hal baru terganggu secara signifikan, dan mereka yang menderita demensia berat bahkan tidak dapat menemukan jalan pulang. Ketika demensia berkembang lebih lanjut, memori jauh juga terganggu, berpikir menjadi lambat dan tidak jelas, pemahaman dan penilaian terhadap hal-hal umum menjadi semakin buruk, konsentrasi menjadi buruk, dan perubahan kepribadian seperti impulsif dan perilaku kekanak-kanakan terjadi. Perubahan suasana hati pada pasien demensia bermanifestasi sebagai kecemasan, lekas marah, depresi dan ketidakstabilan emosi, kadang-kadang bermanifestasi sebagai ketidakpedulian emosional, dan delusi serta halusinasi juga dapat terjadi. Pada tahap akhir demensia, pasien tidak dapat merawat diri mereka sendiri dan secara bertahap kehilangan fungsi motorik mereka, sehingga memerlukan bantuan untuk berpakaian, mandi, makan dan buang air besar. Ada banyak penyebab demensia, termasuk penyakit degeneratif pada sistem saraf pusat, lesi serebrovaskular, tumor, hematoma subdural kronis, ensefalitis, meningoensefalitis, neurosifilis, AIDS, cedera otak traumatik, kelainan endokrin, gagal hati, gagal ginjal, gagal paru-paru, gangguan elektrolit, keracunan, dan hipoksia. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan cairan serebrospinal, pencitraan, pemeriksaan elektrofisiologis dan penilaian neuropsikologis. Penanganan demensia dimulai dengan mengidentifikasi penyebab penyakit, dengan diagnosis dini dan penanganan dini.