Meditasi, terapi biofeedback adalah teknik relaksasi yang mengurangi kecemasan, insomnia, mual dan muntah antisipatif dan gejala nyeri pada pasien onkologi dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Meditasi: meningkatkan pengetahuan diri dan kesejahteraan melalui pencapaian keadaan ketenangan yang mendalam. (1) Meditasi bukan sekadar relaksasi, tetapi melalui latihan yang berulang-ulang, meditasi dapat memusatkan perhatian pada pikiran-pikiran yang optimis dan positif; (2) Meditasi dapat menghentikan aktivitas sadar dan memanfaatkan kekuatan pikiran bawah sadar, sehingga memungkinkan pikiran-pikiran negatif yang tidak terkendali dapat dialihkan; (3) Meditasi dapat memungkinkan kita untuk mencapai keadaan “tidak khawatir” dan “pelupa”. (3) Meditasi memungkinkan kita untuk mencapai keadaan “tanpa kekhawatiran” dan “kelupaan”, memperbaiki suasana hati dan tidur. Terapi biofeedback: Penggunaan instrumen ilmiah fisiologis modern untuk menghilangkan proses patologis dan membuat pasien sehat secara fisik dan mental melalui umpan balik informasi fisiologis atau patologis dalam tubuh itu sendiri. Ada korelasi antara reaksi psikologis dan aktivitas fisiologis. Faktor psikososial mempengaruhi reaksi emosional melalui pikiran sadar, menyebabkan perubahan abnormal dalam aktivitas organ internal yang tidak diatur oleh pikiran sadar, yang mengarah pada timbulnya penyakit. Terapi biofeedback membawa aktivitas fisiologis normal yang tidak disadari di bawah kontrol sadar dan melalui pelatihan biofeedback, pola perilaku baru dibentuk untuk mencapai kontrol sadar terhadap aktivitas visceral dan sekresi kelenjar. Pengamatan klinis menunjukkan bahwa meditasi yang dikombinasikan dengan terapi biofeedback efektif dalam meningkatkan kecemasan dan insomnia pada pasien onkologi. 10 sesi masing-masing satu jam adalah pengobatan non-farmakologis tanpa efek samping dan ditanggung oleh asuransi kesehatan.