Tahapan dalam perkembangan penyakit Alzheimer

  Penyakit Alzheimer adalah gangguan fungsi neurologis yang lebih tinggi yang persisten, yang secara sederhana berarti bahwa tidak ada gangguan kesadaran, tetapi ada gangguan dalam memori, pemikiran, analisis dan penilaian, pengenalan visual dan spasial, serta emosi. Demensia sering terjadi setelah usia 50 tahun, dan permulaan penyakit ini berbahaya dan lambat, sering kali dimulai dengan kelupaan yang meningkat secara bertahap. Hal ini mungkin merupakan pendahulu penyakit Alzheimer, yang dapat dibagi menjadi tiga tahap: Tahap 1 (amnesia): Tahap ini ditandai dengan hilangnya ingatan secara signifikan, misalnya, pada awalnya lupa akan hal-hal yang telah dikatakan, dilakukan atau janji penting, dan secara bertahap bahkan lupa akan peristiwa masa lalu. Pada saat yang sama, kemampuan berpikir dan menganalisis, membuat penilaian, diskriminasi visual-spasial dan berhitung juga berkurang, tetapi kadang-kadang tugas atau keterampilan yang sudah dikenal dapat dipertahankan.  Tahap 2 (kebingungan): Selain gejala tahap 1, tahap ini dicirikan oleh peningkatan yang nyata dalam diskriminasi visual-spasial dan kecenderungan untuk menjadi disorientasi. Juga umum mengalami kesulitan berpakaian, atau mengenakan celana panjang sebagai pakaian; tidak mengenali wajah teman atau kerabat, tidak mengingat nama mereka, dan tidak dapat berbicara dengan orang lain, meskipun kadang-kadang seseorang dapat berbicara dengan dirinya sendiri.  Tahap 3 (demensia ekstrem): Pasien memasuki keadaan penurunan total dan tidak mampu mengurus dirinya sendiri, seperti makan, berpakaian dan mandi, serta mengompol.  Menurut penelitian medis, tidak ada obat atau perawatan khusus untuk penyakit Alzheimer. Pengobatan dengan obat yang meningkatkan jumlah asetilkolin, neurotransmiter, sering digunakan untuk meningkatkan kecerdasan, perilaku dan kemampuan pasien untuk mengendalikan emosi, dan untuk meningkatkan kualitas hidup. Selain pengobatan yang diperlukan, perawatan dan perawatan di rumah juga sangat penting.