Nada suara orang tua itu penting!

Bimbingan belajar yang sukses sangat erat kaitannya dengan ekspresi verbal orang tua. Secara khusus, nada suara yang digunakan orang tua untuk berbicara dengan anak-anak mereka akan memiliki efek mendalam pada kecerdasan emosional, kecerdasan, temperamen, dan budidaya anak-anak mereka. Nada percaya Anak-anak terutama ingin dipercaya oleh orang dewasa, terutama orang tua, sehingga mereka harus menunjukkan kepercayaan penuh ketika mereka berbicara dengan anak-anak mereka. Misalnya, anak ingin belajar bermain bulutangkis, Anda menggunakan nada suara yang penuh kepercayaan untuk mengatakan: “Bintang, selama kamu bekerja keras untuk belajar, belajar dengan serius, kamu akan bisa belajar bermain.” Hal ini akan membuat anak merasa percaya diri, dan membuatnya mengerti bahwa hanya ketekunan yang dapat mencapai kesuksesan. Jika Anda menggunakan nada sarkastik: “Kamu sudah semangat tiga menit masih mau main bola ah?” Hal ini akan melukai harga diri anak Anda dan membuatnya merasa kurang percaya diri dengan kemampuannya sendiri. Nada hormat Sejak usia dua atau tiga tahun, rasa percaya diri anak mulai tumbuh, dan seiring dengan bertambahnya usia, rasa percaya diri ini akan semakin kuat. Fakta bahwa seorang anak memiliki beberapa pendapatnya sendiri, menunjukkan bahwa ia menyadari kekuatan dan kemampuannya sendiri. Ketika dia mengajukan pandangan dan persyaratannya yang berbeda, jangan berpikir bahwa dia tidak mendengarkan Anda, menentang Anda, dan secara kasar menentangnya. Misalnya, jika Anda meminta anak Anda untuk belajar bahasa Inggris, tetapi dia masih ingin bermain dengan teman-temannya lagi, Anda tidak boleh kehilangan kesabaran: “Semakin besar kamu, semakin kamu tidak mendengarkan saya, tidak belajar dengan giat, lihat saja nanti kalau sudah besar.” Hal ini hanya akan membuat anak semakin tidak suka belajar. Anda harus menggunakan nada suara yang penuh hormat: “Kalau begitu, bermainlah lebih lama lagi, tapi setelah bermain, kamu harus belajar bahasa Inggris.” Anak akan dengan senang hati menerima hal ini. Nada negosiasi Setiap anak memiliki harga diri. Jika Anda ingin anak Anda melakukan sesuatu, gunakan nada suara bernegosiasi agar ia mengerti bahwa ia setara dengan Anda dan Anda menghormatinya. Misalnya, jika Anda ingin anak Anda merapikan mainan yang berserakan di lantai, Anda dapat mengatakan: “Bintang, mainan yang berserakan, kebiasaan buruk sekali, kamu dengan mama merapikan mainan, ya?” Jangan pernah menggunakan nada memerintah: “Ada apa denganmu, mainannya berserakan, cepat bereskan!” Jika tidak, anak akan merasa kesal saat mendengar Anda menghukumnya, dan meskipun ia melakukan apa yang Anda minta, ia akan tetap tidak senang. Nada suara yang menghargai Setiap anak memiliki kelebihan, semua memiliki keinginan untuk tampil, temukan kelebihan anak dan hargai, akan membuatnya lebih senang tampil. Jika anak Anda menggambar, mungkin gambarnya tidak terlalu bagus, tetapi antusiasme dan keseriusannya dalam menggambar adalah kelebihan terbesarnya. Ketika anak Anda menunjukkan gambarnya, Anda tidak bisa hanya mengatakan, “Ini tidak terlalu bagus, berlatihlah dengan giat.” Hal ini akan membuat anak Anda kehilangan antusiasme dan kepercayaan diri dalam menggambar. Anda harus menegaskan karyanya dengan nada menghargai: “Saya tidak percaya anak saya menggambar dengan sangat baik, teruslah berlatih dan dia pasti akan menggambar dengan lebih baik lagi.” Keinginan anak untuk berekspresi terpuaskan, dan dengan pengalaman emosional yang membahagiakan, ia akan lebih tertarik untuk menggambar. Nada yang Mendorong Tidaklah mungkin untuk meminta anak Anda melakukan sesuatu tanpa kesalahan. Ketika anak melakukan kesalahan, jangan hanya mengkritik dan menyalahkan, tetapi bantulah dia untuk menyimpulkan pelajaran dari kesalahan tersebut, mengumpulkan pengalaman, dan mendorongnya untuk berhasil lagi. Misalnya saat pertama kali anak membantu ibunya menyajikan nasi, mangkuknya jatuh ke tanah dan pecah. Anda tidak bisa menyalahkannya: “mangkuk saja tidak bisa dipegang dengan mantap, bodoh sekali.” Hal ini akan mematahkan rasa percaya diri dan keberanian anak Anda untuk mencoba hal-hal baru. Anda harus menggunakan nada yang membesarkan hati: “Bintang tidak sengaja memecahkan mangkuk, tidak apa-apa, di masa depan, gunakan jari-jari Anda untuk mencoba panas atau tidak sebelum Anda pergi ke ujung.” Dengan cara ini, metode latihan diajarkan dan anak diberi kepercayaan diri untuk mencoba lagi.