Timbulnya autisme regresif umumnya merupakan proses yang lambat, dengan anak secara bertahap melupakan keterampilan yang diperoleh selama beberapa minggu hingga beberapa bulan; namun, pada sekitar 1/3 anak dengan autisme regresif, timbulnya bersifat mendadak, dengan kemunduran keterampilan yang diperoleh dalam 1-2 minggu atau beberapa hari. Episode regresif yang tiba-tiba ini sering kali berkaitan dengan penyakit fisik anak, epilepsi, trauma fisik atau psikologis. Permulaan penyakit ini dimulai secara perlahan dengan keengganan untuk berinteraksi dengan orang lain, mengurung diri di lingkungan yang tertutup rapat, terisolasi dari interaksi manusia, diikuti dengan hilangnya kemampuan bahasa dan sosial secara tiba-tiba, perubahan suasana hati, serta kemunduran fungsi intelektual dan bahasa secara bertahap. Jika didiagnosis dengan autisme regresif, kemungkinan untuk sembuh sangat kecil, tetapi rehabilitasi autisme dapat dilakukan di institusi spesialis untuk melatih keterampilan perawatan diri dan keterampilan berbicara serta perilaku, dan untuk memulihkan interaksi sosial sehari-hari sampai batas tertentu. Orang tua tidak boleh mengabaikan kebutuhan sosial anak-anak mereka dalam kehidupan sehari-hari. Mereka perlu menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak mereka, mencoba berbicara dengan nada suara yang tenang, dan membawa mereka ke kegiatan kelompok lebih sering sehingga mereka dapat merasa bahagia dan diperhatikan, yang secara efektif dapat mencegah perkembangan autisme regresif.