Sebagian orang pernah berpikir bahwa jika Anda menggunakan otak Anda terlalu banyak ketika Anda masih muda, Anda akan rentan terhadap demensia ketika Anda tua. Pandangan ini sangat salah. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa semakin banyak pengetahuan yang dipelajari orang ketika mereka masih muda dan semakin mereka suka memikirkan masalah, semakin berkembang otak mereka dan semakin rendah risiko demensia mereka. Semakin banyak Anda menggunakan otak Anda, semakin cerdas otak Anda. Survei menunjukkan bahwa orang lanjut usia yang berusia panjang bersikeras pada sejumlah aktivitas fisik dan mental. Aktivitas yang berkelanjutan dan moderat semacam ini tidak hanya meningkatkan sirkulasi darah dan metabolisme, tetapi juga memperkuat aktivitas sistem saraf, meningkatkan kemampuan regulasi, dan membantu mencegah atau menunda penurunan kecerdasan. Sebagian besar orang lanjut usia tahu bahwa makan terlalu banyak lemak tidak baik bagi kesehatan mereka, jadi mereka lebih memilih diet ringan, atau bahkan diet vegetarian sepenuhnya. Tetapi yang benar-benar baik untuk kesehatan adalah diet seimbang. Karbohidrat, serat nabati, lemak dan protein semuanya harus dikonsumsi dengan tepat, dengan biji-bijian campuran dan halus, protein hewani dan nabati, dan protein hewani yang memiliki nilai gizi lebih tinggi. Penelitian telah menemukan bahwa susu, telur, ikan, daging tanpa lemak, hati hewan dan makanan berprotein berkualitas tinggi lainnya, memiliki efek penguatan pada fungsi otak; sejumlah besar sayuran, buah-buahan dan produk kedelai dapat melengkapi vitamin B, C dan E untuk mencegah gangguan kecerdasan yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi. Karena merokok dapat mempersempit arteri kecil di dalam tubuh, yang menyebabkan iskemia serebrovaskular, sehingga lansia sebaiknya tidak merokok dan kurangi minum alkohol. Untuk mempertahankan keadaan pikiran yang sehat dan positif, Anda dapat mengurangi kesepian, depresi dan emosi negatif lainnya. Pada saat yang sama, Anda harus menjaga hubungan dekat dengan anggota keluarga Anda, berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan menaruh minat pada urusan keluarga, nasional dan dunia. Partisipasi yang tepat dalam kegiatan di luar ruangan, seperti berjalan kaki, berolahraga dan menari, serta kontak yang luas dengan orang-orang dari semua lapisan masyarakat, juga bermanfaat dalam menjaga fungsi otak. Berbicara dengan teman, bermain mahjong dan catur, semuanya dapat merangsang vitalitas sel saraf. Kegiatan rekreasi kolektif juga dapat membebaskan pasien dari kesepian dan keadaan pikiran yang pesimis dan sedih. Membaca koran, menonton televisi, mendengarkan radio, pergi ke jalan terdekat yang sudah dikenal untuk membeli barang sesuai dengan daftar, mengurus kehidupan sendiri dan melakukan pekerjaan rumah tangga yang sederhana, semuanya bermanfaat bagi pemeliharaan fungsi otak.