Pasien dengan spondilosis serviks jenis ini sering menderita iritasi akar saraf akibat stenosis foraminal, menyebabkan gejala seperti nyeri dan mati rasa pada anggota tubuh, dan hanya dengan melakukan traksi, gejala-gejala ini dapat diperbaiki. Apa kegunaan terapi traksi? Dalam praktik klinis, traksi sering digunakan untuk mengobati pasien dengan radikulopati serviks. Proses traksi juga merupakan proses membuat vertebra serviks se-hiperekstensi mungkin (sederhananya, dimiringkan ke belakang), yang baik untuk memulihkan tonjolan fisiologis vertebra serviks; kedua, traksi dapat memperbesar foramina intervertebralis. Traksi membuat foramen intervertebralis yang sempit menjadi “luas”, sehingga akar saraf tidak lagi tertekan ketika melewati foramen. Ketiga, traksi juga akan memperbaiki kelelahan otot dan nyeri pada leher, tetapi efek ini relatif lemah. Dapatkah terapi traksi dilakukan di rumah? Pertama, penting untuk mengklarifikasi apakah spondilosis servikal pasien cocok untuk traksi. Beberapa spondilosis servikal tulang belakang yang parah tidak cocok untuk traksi dan traksi buta dapat memperburuk kondisi tersebut. Kedua, intensitas traksi dan berapa lama traksi harus dilakukan adalah hal-hal yang harus dibantu oleh dokter ortopedi atau rehabilitasi untuk membantu pasien. Hanya ketika pasien memiliki rencana yang lebih ilmiah dan dapat mentoleransi traksi, barulah ia dapat melakukannya di rumah, tetapi sejak awal ia harus diperiksa dan didiagnosis di rumah sakit biasa sehingga dokter dapat menyusun rencana perawatan.