Seberapa cepat setelah stroke saya bisa bangun dan bergerak?

Rehabilitasi adalah pengobatan yang sangat penting untuk pemulihan stroke, yang secara efektif dapat mengurangi tingkat kecacatan dan komplikasi yang memerlukan perawatan di tempat tidur dalam jangka panjang. Berkenaan dengan waktu intervensi rehabilitasi, kedokteran berbasis bukti telah mengkonfirmasi bahwa rehabilitasi dini stroke memiliki keuntungan yang signifikan dibandingkan dengan rehabilitasi yang tertunda dalam mendorong pemulihan fungsional pasien, dan pedoman dari berbagai negara telah merekomendasikan rehabilitasi dini. Rehabilitasi dini dapat mencegah banyak komplikasi fisiologis yang disebabkan oleh berkurangnya aktivitas, seperti pernapasan (pneumonia, atelektasis), peredaran darah (trombosis vena dalam, emboli paru), penekanan kekebalan, ulkus tekanan, dan atrofi katabolik/otot. Penelitian telah menunjukkan bahwa efek menguntungkan dari rehabilitasi dini juga mencakup peningkatan plastisitas neuron dan penurunan risiko gangguan suasana hati pada stroke. Waktu intervensi yang optimal untuk rehabilitasi dini saat ini masih menjadi bahan perdebatan di antara para ahli baik di dalam maupun di luar negeri. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa rehabilitasi dapat dimulai 48 hingga 72 jam setelah timbulnya stroke. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa rehabilitasi dalam waktu 24 jam setelah stroke aman dan efektif dan tidak meningkatkan angka kematian pasien dalam waktu 3 bulan. >> Pedoman China untuk Diagnosis dan Pengobatan Stroke Iskemik Akut 2018 menyatakan bahwa: Rehabilitasi harus dimulai sedini mungkin ketika kondisinya stabil, dan pasien dengan stroke iskemik yang memiliki disfungsi neurologis ringan hingga sedang dapat menjalani rehabilitasi di samping tempat tidur dan pelatihan rehabilitasi di luar tempat tidur awal, termasuk kegiatan seperti duduk, berdiri, dan berjalan, setelah 24 jam setelah timbulnya stroke. Pasien yang terbaring di tempat tidur harus memperhatikan posisi anggota tubuh yang baik ketika kondisi mereka memungkinkan. 3. Karakteristik rehabilitasi dini pada model stroke centre Stroke centre adalah pusat perawatan stroke yang melibatkan tim multidisiplin, termasuk tim rehabilitasi, yang dapat melakukan penilaian fungsional pasien stroke pada saat pertama kali. Setelah kondisi stabil, intervensi rehabilitasi dapat dilakukan dengan cepat, yang dapat melintasi batas-batas antar disiplin ilmu, memulai perawatan rehabilitasi sedini mungkin dan mencapai tujuan perawatan rehabilitasi dini. Proses rehabilitasi dini Tim rehabilitasi stroke dini (termasuk dokter rehabilitasi, terapis rehabilitasi, perawat rehabilitasi dan konselor psikologis, dll.) ditempatkan di Bangsal Neurologi untuk melakukan penilaian komprehensif terhadap setiap pasien rawat inap stroke akut dalam waktu 24 jam sejak masuk ke Bangsal Neurologi, menyaring pasien yang memiliki indikasi, merumuskan rencana perawatan rehabilitasi, dan memulai perawatan rehabilitasi dini sedini mungkin. Catatan: *: Intervensi dilakukan segera untuk pasien dengan indikasi rehabilitasi, dokter rehabilitasi merumuskan rencana perawatan, ahli rehabilitasi melakukan operasi khusus, dan rencana perawatan individual dipilih sesuai dengan kondisi pasien yang berbeda. Melalui penyaringan, penilaian dan perawatan pasien, tingkat pelaksanaan rehabilitasi dini untuk pasien stroke di rumah sakit kami mencapai sekitar 90%. Bagi pasien yang masih memiliki disfungsi sebelum dipulangkan, kami akan memberikan instruksi pemulangan sesuai dengan tingkat keparahan kondisinya, dan bagi pasien yang perlu melanjutkan rehabilitasi, kami akan merekomendasikan mereka untuk pergi ke rumah sakit kami atau pusat medis rehabilitasi setempat untuk perawatan lebih lanjut. 5. Tindakan Pencegahan untuk Rehabilitasi Dini Manfaat rehabilitasi dini disertai dengan efek samping yang berpotensi berbahaya, seperti fluktuasi tekanan darah arteri selama berolahraga, gangguan suplai darah kolateral pada pasien stroke, dan risiko tinggi pendarahan otak sekunder pada pasien dengan iskemia otak yang telah berhasil direvaskularisasi. Pasien perlu dinilai secara menyeluruh sebelum rehabilitasi dini dilakukan, dan intervensi rehabilitasi dini hanya boleh dimulai jika pasien dalam kondisi stabil dan memiliki indikasi untuk terapi rehabilitasi. Selama rehabilitasi, perlu diperhatikan perubahan kondisi pasien (misalnya, warna wajah dan keringat, dll.) dan memantau perubahan tanda-tanda vital secara tepat waktu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rehabilitasi intensitas tinggi di awal tidak meningkatkan proporsi pasien yang berfungsi dengan baik pada 3 bulan. Oleh karena itu, rehabilitasi dini harus disesuaikan dengan kondisi individu pasien dan jumlah terapi rehabilitasi harus moderat.