Ada berbagai penyebab pembengkakan kepala dan rasa sakit saat jongkok, seperti hipotensi postural, hipertensi, spondilosis servikal, dan craniosynostosis. Terlalu lama berjongkok dapat menyebabkan hipotensi postural, diikuti dengan kurangnya pasokan darah ke otak, yang dapat menyebabkan pusing dan pembengkakan kepala. Penyakit tulang belakang leher juga merupakan penyebab utama pusing, terutama karena postur tubuh jangka panjang atau postur tidur yang buruk, yang mengakibatkan hiperplasia tulang belakang leher, pengencangan otot leher, terhalangnya suplai darah arteri ke otak, yang mengakibatkan pusing dan pembengkakan kepala. Pasien dengan tekanan darah tinggi juga rentan terhadap pusing dan pembengkakan kepala akibat posisi jongkok, terutama karena kompresi pembuluh darah. Wanita dengan anemia dan kelemahan fisik rentan terhadap hipotensi sementara saat jongkok dan bangun, yang dapat memicu pusing dan pembengkakan kepala. Lesi kranial seperti lesi iskemik serebral, lesi serebelar, tumor intrakranial, cedera otak traumatik, dan penyakit lainnya dapat menyebabkan gejala pusing dan pembengkakan kepala, dan jongkok dalam waktu yang lama dapat memperparah gejala pusing dan pembengkakan kepala.