Bahaya depresi tidak boleh diremehkan

  Setiap orang di masyarakat saat ini sedikit banyak tertekan ketika mereka bosan. Meskipun depresi tidak sama dengan depresi, namun perlahan-lahan dapat berkembang menjadi depresi dari waktu ke waktu. Episode depresi dapat berpengaruh pada nafsu makan seseorang, dan hilangnya nafsu makan adalah tanda yang sangat jelas dari bahaya depresi. Episode depresi juga dapat berdampak negatif pada kemampuan seseorang untuk tidur. Bahaya depresi termanifestasi dalam semua aspek kehidupan sehari-hari dan tidak boleh diremehkan.  Hanya ketika kita sudah jelas tentang “apa bahaya depresi”, barulah kita bisa mempromosikan pencegahan dan pengobatan depresi.  Pertama, bahaya depresi termanifestasi dalam penurunan fungsi fisik: setelah menderita depresi, biasanya termanifestasi dalam kesulitan berpikir, gangguan tidur, nafsu makan menurun, penurunan yang signifikan dalam efisiensi kerja mental, sulit untuk menjadi kompeten dalam pekerjaan sehari-hari, tetapi juga fungsi kekebalan tubuh manusia berkurang, sehingga pekerjaan sosial dan kemampuan fisiologis berkurang.  Kedua, kualitas tidur menurun, rentan terhadap gangguan tidur: pasien depresi sering mengalami gangguan tidur yang persisten, kejadian hingga 98%, dimanifestasikan sebagai insomnia, sulit tidur, terbangun lebih awal, gangguan irama tidur, kualitas tidur yang buruk dan bentuk lainnya. Orang yang mengalami depresi sering mengalami kesulitan tidur sepanjang malam, dan bahkan ketika mereka tertidur, waktu tidurnya sangat singkat. Terbangun lebih awal adalah yang paling menonjol dari gangguan tidur, dan ini adalah salah satu gejala khas depresi.  Dorongan bunuh diri yang kuat: Percobaan dan perilaku bunuh diri adalah gejala yang paling berbahaya pada pasien dengan depresi berat. Hal ini bisa terjadi selama fase gejala yang parah, atau pada fase awal atau ketika gejalanya membaik. Orang menyebut depresi sebagai “pembunuh psikologis manusia nomor satu” karena tidak ada penyakit mental atau gangguan kejiwaan lain yang memiliki tingkat bunuh diri yang begitu tinggi.  Gangguan psikologis yang parah: Orang yang mengalami depresi memperbesar berbagai hal dan menciptakan banyak hambatan psikologis bagi diri mereka sendiri. Mereka sering merasa tidak puas dengan diri mereka sendiri dan dunia luar, yang mengarah pada sikap cemberut dan kehilangan minat, atau dalam kasus yang parah, hingga rasa sakit dan hari-hari yang dihabiskan dalam lingkaran setan.  Hal ini dapat menyebabkan berbagai penyakit: dalam kasus yang parah, depresi dapat menyebabkan halusinasi, delusi, kecemasan dan agitasi motorik, atau bahkan kekakuan kayu, yang mengakibatkan gejala fisik seperti kehilangan nafsu makan dan kelelahan, dan gejala-gejala ini juga dapat menyebabkan penyakit di berbagai bagian tubuh seiring waktu.