Sampai saat ini, pengetahuan tentang skizofrenia juga terbatas. Tujuan pengobatan farmakologis dan psikologis adalah untuk memodifikasi perjalanan penyakit, misalnya dengan memperpendek periode merebaknya gejala dan memperpanjang masa pemulihan di antara episode-episode tersebut, untuk memungkinkan anak-anak dan remaja yang menderita penyakit ini menjalani kehidupan senormal mungkin. Dalam proses klinis, intervensi farmakologis dan psikologis dapat meringankan gejala psikotik dan mendukung anak dan remaja serta keluarga mereka. Tanpa intervensi, remaja sering kali semakin memperluas sistem keyakinan delusi mereka dan memperkuat pola perilaku disfungsional. Pengobatan farmakologis yang tepat dapat membantu mengendalikan gejala positif dan negatif. Namun, bagi sebagian besar orang yang didiagnosis dengan skizofrenia, gejala positif residual akan tetap ada dan kambuh mungkin terjadi. Oleh karena itu, intervensi psikologis juga sangat penting. Intervensi psikologis dapat membantu anggota keluarga memahami konsep skizofrenia dan memberikan dukungan maksimum dan stres darurat minimum kepada orang tersebut. Hal yang sama dapat dilakukan untuk membantu kaum muda memahami gangguan mental ini, belajar mengatasi gejala dan mengelola tingkat stres dengan cara yang positif untuk mengurangi tekanan.