Beberapa ahli telah melakukan percobaan seperti itu: 90 kasus pasien relaksasi frontotemporal dibagi secara acak ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, 45 kasus pada masing-masing kelompok. Kelompok eksperimen: implantasi endoskopi pita pengangkat jaringan lunak medis untuk mengurangi kerutan frontotemporal sayatan kecil, kelompok kontrol: pengurangan kerutan frontotemporal sayatan kecil tradisional endoskopi. Membandingkan dua kelompok kandidat: tingkat peningkatan celah alis pasca operasi, kepuasan kandidat, dll., beberapa kandidat bertanya: apa pentingnya kelompok eksperimen ini? Eksperimen ini adalah untuk membuktikan pentingnya pita pengangkat dalam operasi pengencangan wajah. Data klinis: Semua 90 kasus memiliki tingkat kelemahan fronto-temporal yang berbeda, seperti mata segitiga, alis yang terkulai, kaki gagak, dan garis kepala. Hasil pasca operasi: Hasil yang baik dicapai setelah operasi, dengan pemulihan posisi alis dan pengencangan alis yang ideal. “Mata segitiga”, kerutan wajah bagian atas, dan “kaki gagak” diperbaiki. Bekas luka sayatan tersembunyi, dan tidak ada hematoma, infeksi sayatan, nekrosis flap, atau cedera saraf wajah. Tindak lanjut pasca operasi adalah 6-24 bulan, dan efeknya bertahan lama serta ekspresi wajah terlihat alami. Kesimpulan: Pengencangan fronto-temporal sayatan kecil tradisional endoskopi dan pengencangan fronto-temporal endoskopi dengan pita pengangkat dapat mengembalikan posisi alis dengan lebih baik, mencapai efek pengencangan alis yang ideal, dan memperbaiki kerutan wajah bagian atas serta “kaki gagak”. Namun, kepuasan pasien secara keseluruhan lebih tinggi untuk pengurangan kerutan wajah bagian atas yang dibantu dengan pita pengangkat. Apa artinya ini? Operasi pengencangan wajah dengan bantuan pengangkatan lebih efektif jika dilakukan dengan pita pengangkat. Mengapa? Lifting band memiliki duri pada badan band yang memungkinkannya bergerak dengan lancar ke arah pembengkakan jaringan lunak kulit ke arah ujung kepala, sementara ketika menarik ujung ekor, gerigi ini menarik jaringan ke arah yang berlawanan, mencegahnya tertarik. Hal ini mengangkat kekenduran wajah saat jaringan lunak kulit yang dangkal sembuh dengan fiksasi jaringan yang lebih dalam. Dibandingkan dengan pengencangan frontotemporal tradisional, yang merupakan model “satu titik dengan wajah”, tegangan suspensi dinaikkan dari tingkat “garis” ke tingkat “wajah”.