Pencegahan penyakit Alzheimer setiap hari

  1. Gunakan otak Anda secara teratur untuk mencegah demensia.  Orang sering mengatakan: “Semakin banyak Anda menggunakan otak Anda, semakin baik otak Anda”. Ada penurunan fisiologis pada otak lansia, begitu sel-sel otak rusak, sulit untuk pulih seperti semula, sehingga lansia harus secara sadar memperkuat latihan fungsi otak, melakukan otak yang tekun, lebih banyak observasi dan berpikir. Misalnya, mereka harus bersikeras membaca buku dan surat kabar, menulis, mendengarkan radio, menonton televisi, bermain catur, dan berlatih bermain pedang. Berolahraga dengan bola yang sehat selama 30 sampai 40 menit setiap hari. Gerakan jari-jari tangan merupakan stimulus jinak bagi otak, yang meningkatkan suplai darah ke otak dan membuat sel-sel otak aktif. Semua aktivitas ini bermanfaat untuk mempertahankan fungsi otak.  2. Keluar dari rumah dan berintegrasi ke dalam masyarakat.  Setelah memasuki usia tua, banyak lansia yang merasa kesepian, bahkan ada yang menutup pintu, benar-benar terisolasi dari dunia luar, yang akan mempercepat penurunan fungsi otak. Oleh karena itu, para lansia harus keluar rumah setiap hari dan menikmati alam; berpartisipasi aktif dalam berbagai bentuk kegiatan sosial, berkumpul dengan teman-teman dan berbicara dengan orang-orang untuk mendiskusikan masalah untuk menghilangkan rasa kesepian mereka; menumbuhkan minat baru, mendaki tujuan baru dan mempertahankan suasana hati yang optimis. Semua aktivitas ini membantu mempertahankan dan meningkatkan fungsi otak.  3. Hindari semua jenis rangsangan psikologis negatif.  Pengamatan klinis menunjukkan bahwa semua jenis rangsangan negatif dapat memperburuk beban psikologis lansia dan mendorong terjadinya demensia, oleh karena itu, lansia harus memperhatikan penyesuaian pola pikir, memikirkan sesuatu, tidak terlalu memikirkan sesuatu, dan selalu menjaga pikiran yang normal agar mampu mengatasi semua jenis rangsangan psikologis dan mental yang negatif.  4. Makan makanan yang wajar.  Aktivitas sel saraf otak memerlukan protein, kalori, lesitin, kolin, vitamin dan elemen jejak yang cukup. Untuk alasan ini, hal pertama yang harus dilakukan adalah mencapai diet seimbang, dan atas dasar ini, kemudian memperhatikan suplemen berbagai elemen nutrisi yang diperlukan. Misalnya, daging dan ikan tanpa lemak dapat dilengkapi dengan protein; kuning telur dapat dilengkapi dengan lesitin dan kolin; buah-buahan dan sayuran dapat dilengkapi dengan berbagai vitamin, dan jika perlu, campuran vitamin dan elemen jejak dapat dikonsumsi, seperti Silcon.  5. Aplikasi antioksidan.  Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa kerusakan oksidatif merupakan faktor penyebab pikun. Karena kapasitas antioksidan pada lansia melemah, menambahkan antioksidan (yaitu, pemulung radikal bebas) pada waktu yang tepat dapat memperlambat perkembangan penyakit. Telah terbukti bahwa vitamin C, E dan beta karoten dapat mengais radikal bebas dalam tubuh dan mencegah demensia, sehingga wortel, tomat dan kembang kol dapat dikonsumsi. Para ilmuwan Amerika menemukan bahwa mengonsumsi 2000 mg vitamin E setiap hari dapat mengurangi gejala demensia. Kedua, cuka yang diseduh dapat memberikan oksigen ke sel-sel otak, dan alkohol dapat menunda kerusakan fungsi otak. Selain itu, para ahli di Perancis telah mengikuti 3777 orang lanjut usia di atas 65 tahun selama 3 tahun dan menemukan bahwa minum 3 hingga 4 gelas kecil anggur merah setiap hari dapat mengurangi kejadian penyakit Alzheimer hingga 75%, sementara minum lebih dari 50 ml alkohol setiap hari berbahaya.  6. Gunakan obat.  Beberapa ahli telah melakukan uji klinis dan menemukan bahwa kejadian penyakit Alzheimer kurang dari 3% pada wanita yang mengonsumsi estrogen, tetapi lebih dari 8% pada mereka yang tidak mengonsumsi estrogen. Pengobatan Tiongkok percaya bahwa penyakit Alzheimer sebagian besar berkembang karena kekurangan saripati ginjal, kekosongan otak dan kurangnya penguasaan pikiran.  7. Secara aktif mencegah dan mengobati penyakit lainnya.  Penelitian menunjukkan bahwa hipertensi, hiperlipidemia, arteriosklerosis, diabetes, penyakit serebrovaskular, bronkitis kronis dan penyakit lainnya berkaitan erat dengan terjadinya dekompensasi otak dan demensia, oleh karena itu, lansia harus mencegah dan memantau penyakit-penyakit ini, setelah ditemukan, harus tepat waktu perawatan medis, perlu untuk menunda terjadinya demensia pada lansia.