Anak-anak tidak dapat mengunyah kacang, biji melon, kacang-kacangan dan benda-benda lainnya karena gigi mereka tidak berkembang dengan baik, dan refleks tenggorokan mereka tidak lengkap, sehingga mereka dapat dengan mudah menghirup benda asing ke dalam saluran napas dan membentuk benda asing di trakea dan bronkus. Selain itu, anak-anak yang menangis atau tertawa saat makan juga dapat menghirup makanan ke dalam saluran napas. Anak-anak lain suka membawa benda-benda di dalam mulut mereka, jadi ketika mereka menangis atau jatuh, mereka bisa menghirup benda asing ke dalam saluran udara mereka, membentuk benda asing trakea dan bronkial. Insiden ini lebih tinggi pada anak laki-laki berusia 1-2 tahun, dan anak-anak usia sekolah lebih berisiko karena mereka tersedak benda asing yang lebih besar (misalnya ujung pensil). Benda asing di trakea biasanya kacang tanah, melon, kacang-kacangan, dll. Insidennya tinggi dari bulan Desember hingga Maret setiap tahun, terutama sekitar Tahun Baru Imlek. Di Guangdong, karena kebiasaan memberi bayi dan anak kecil sup dan bubur asin, benda asing hewani lebih tinggi daripada di bagian lain negara itu, dengan lebih banyak fragmen tulang dari semua jenis, di mana tulang belut adalah yang paling …… Jika anak Anda mengalami batuk tersedak intermiten atau batuk kronis dengan mengi, dan obatnya tidak efektif setelah beberapa hari tetapi semakin serius, Anda harus memikirkan benda asing di trakea, jangan tahan Jangan mengambil risiko dan selalu mencari pertolongan medis sesegera mungkin. Jika Anda melihat batuk yang terputus-putus, demam ringan, atau bahkan sesak napas, Anda harus pergi ke rumah sakit untuk mengidentifikasi apakah ada benda asing yang masuk ke saluran napas. Jika benda asing terhirup ke dalam saluran napas, itu disebut benda asing di trakea. Segera setelah terhirup, anak akan tersedak dengan hebat, memerah, dan memiliki gejala seperti menahan napas dan dispnea. Jika benda asing menempel pada dinding trakea, gejalanya mungkin akan berkurang untuk sementara. Jika benda asing yang dihirup ringan dan halus, seperti biji semangka, benda asing ini sering bergerak naik dan turun di trakea bersama aliran udara. Akibatnya, anak mungkin masih batuk dari waktu ke waktu setelah gejalanya mereda. Benda asing dapat mengeluarkan suara ketukan saat bergerak naik dan turun trakea bersama aliran udara. Jika benda asing dihirup ke dalam bronkus, maka disebut benda asing bronkial. Pada tahap awal, benda asing dapat melewati trakea dengan cara yang sama seperti benda asing di trakea. Ketika benda asing memasuki bronkus, batuk mungkin sedikit berkurang. Jika benda asing bersifat vegetatif, sering terjadi demam, batuk dan dahak. Jika kedua bronkus paru-paru tersumbat oleh benda asing, maka akan terjadi penahanan napas atau sesak napas yang signifikan. Benda asing di trakea atau bronkus dapat memengaruhi pernapasan, menyebabkan kekurangan oksigen dan meningkatkan beban pada jantung, yang dapat menyebabkan gagal jantung, yang dimanifestasikan sebagai iritabilitas, pucat atau sianosis, dan peningkatan irama jantung. Jika benda asing bronkial berukuran besar, benda asing ini bisa sepenuhnya memblokir bronkus dan menyebabkan atelektasis. Apabila benda asing bronkial berukuran kecil, benda asing ini dapat menyumbat sebagian bronkus, sehingga memungkinkan aliran udara masuk ke dalam paru-paru ketika menghirup, tetapi tidak ketika menghembuskan napas, yang menyebabkan emfisema obstruktif. Penyumbatan jalan napas utama dapat menyebabkan hipoksia langsung, henti jantung paru dan kematian otak, dengan peniti, permen karet, dan kacang yang paling fatal. Benda asing di trakea dan bronkus adalah keadaan darurat yang mengancam jiwa. Ini harus segera didiagnosis dan disingkirkan sesegera mungkin. Benda asing bisa dikeluarkan di rumah sakit, misalnya dengan bronkoskopi. Kunci untuk mencegah benda asing di trakea dan bronkus pada anak-anak adalah pencegahan. Anak-anak tidak boleh mengembangkan kebiasaan buruk memegang benda-benda di mulut mereka dan tidak boleh makan makanan yang tidak mudah dikunyah, seperti kacang tanah dan kacang-kacangan. Jangan menangis, berlari atau tertawa saat makan. Orang tua harus menemani anak-anak mereka yang berusia di bawah empat tahun ketika mereka makan. Mereka juga harus berusaha menghindari makan makanan seperti kacang tanah, kacang-kacangan, dan biji melon, dan jika mereka harus dimakan, yang terbaik adalah menghancurkannya sebelum memberikannya kepada anak. Usahakan untuk tidak memberikan anak-anak kecil buah-buahan yang bertekstur bulat, halus dan keras seperti kismis. Selain tindakan pencegahan diet, orang tua harus mengajarkan anak-anak mereka untuk tidak berbicara, berlari dan berjalan, tertawa dan bermain selama makan; dan mengajarkan mereka untuk tidak memasukkan mainan kecil ke dalam mulut mereka. Orang tua harus menjauhkan benda-benda kecil seperti peniti, jarum, kancing, dan koin dari jangkauan anak-anak kecil agar mereka tidak secara tidak sengaja menghirupnya ke dalam saluran udara mereka. Untuk anak-anak usia sekolah, penting untuk mengembangkan kebiasaan kebersihan yang baik dan tidak memasukkan alat tulis ke dalam mulut mereka untuk digigit, karena kebiasaan yang tidak higienis ini juga sangat mungkin menyebabkan kecelakaan.