Pengantar pengetahuan mendengkur

  Mendengkur, nama ilmiah “obstructive sleep apnea-hypopnea syndrome (OSAHS)”, mengacu pada gejala apnea dan hipoventilasi yang disebabkan oleh obstruksi saluran napas bagian atas yang runtuh selama tidur, disertai dengan mendengkur, gangguan struktur tidur, saturasi oksigen darah yang sering turun dan rasa kantuk di siang hari.

  1. Apnoea didefinisikan sebagai berhentinya aliran udara hidung dan mulut selama ≥10 detik selama tidur.

  2. Hipoventilasi (hipoventilasi) adalah pengurangan 50% dalam kekuatan aliran udara pernapasan selama tidur dibandingkan dengan tingkat basal. Hal ini disertai dengan saturasi oksigen (SaO) 3% atau dengan terbangun.

  3. Indeks apnea-hipopnea (AHI) adalah jumlah rata-rata apnea dan hipopnea per jam tidur.

  4. Apnea obstruktif adalah tidak adanya aliran udara melalui mulut dan hidung selama apnea, sementara gerakan pernapasan thoracoabdominal ada.

  Manifestasi klinis

  Pasien biasanya mengalami kantuk di siang hari, mendengkur parah saat tidur dan apnea berulang.

  Penilaian OSAHS

  Klasifikasi AHI

  Ringan 5 sampai 20 Sedang 21 sampai 40 Parah >40

  Catatan: OSAHS dinilai menggunakan AHI sebagai standar. Contoh: AHI=25

  Pengobatan

  I. Terapi ventilasi tekanan positif terus menerus

  II. Prinsip-prinsip dasar perawatan bedah

  1. Penekanan pada pengobatan komprehensif untuk OSAHS

  2. Menghilangkan stenosis struktural dari saluran napas bagian atas

  3. Rencana pembedahan didasarkan pada lokasi obstruksi, dan pembedahan bertahap dapat dilakukan untuk pasien dengan stenosis multiplanar;

  4. Ventilasi tekanan positif pra-operasi selama 1 hingga 2 minggu atau trakeotomi direkomendasikan untuk pasien yang parah;

  5. Struktur dasar harus dipertahankan dan fungsi dipertahankan dan direkonstruksi selama operasi;

  6. Tidak ada kontraindikasi untuk operasi.

  III. Ortodontik oral