ACR urin disebut rasio mikroalbumin urin terhadap kreatinin dan signifikansi klinisnya adalah untuk menentukan cedera ginjal dini, yaitu untuk mengukur ekskresi albumin urin 24 jam untuk skrining awal nefropati diabetik, cedera ginjal hipertensi, glomerulonefritis, dan penyakit ginjal interstitial kronis. Hasil dalam kisaran 30-300 mg/24 jam menunjukkan mikroalbuminuria, suatu manifestasi awal penyakit ginjal. Lesi pada tahap ini biasanya bersifat reversibel dan tes ini memberikan indikasi awal penyakit ginjal dini. Tes ini juga dapat menentukan adanya kerusakan sel endotel pada pasien dengan penyakit arteri koroner, yang memiliki prognosis buruk dalam jangka panjang. Namun, tes ini harus dilakukan dua atau tiga kali dalam setahun untuk meningkatkan kepositifan dan keakuratannya. Tes ini juga dapat disebut sebagai salah satu dari lima tes untuk gagal ginjal prematur, yang menunjukkan pentingnya secara klinis.