Studi yang dilaporkan oleh Nancy Cook dan lainnya dari Brigham and Women’s Hospital di Amerika Serikat telah menunjukkan bahwa aspirin dosis rendah oral jangka panjang yang diminum setiap hari secara bergantian dapat mengurangi risiko kanker usus besar pada wanita. Saat ini, US Preventive Services Task Force merekomendasikan agar wanita berusia 55-79 tahun untuk mengonsumsi aspirin oral jika potensi manfaatnya dianggap lebih besar daripada risikonya. Para peneliti mencatat bahwa penurunan risiko ini mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk terwujud, tetapi dapat disertai dengan peningkatan risiko perdarahan gastrointestinal pada kelompok ini. Aspirin oral jangka panjang tidak mengurangi risiko kanker paru-paru atau payudara.