Apa yang menyebabkan kesulitan dalam membaca tulisan kecil dan pengenalan warna?

Kesulitan dalam membaca tulisan kecil dan diskriminasi warna paling sering terlihat pada tahap awal ambliopia alkoholik, yang biasanya berkembang menjadi hilangnya sensitivitas visual pada kedua mata selama beberapa hari hingga beberapa minggu, dan terlihat pada pecandu alkohol kronis, yaitu gangguan penglihatan spesifik yang terjadi pada pasien dengan alkoholisme kronis. Penyakit ini merupakan bentuk neuritis optik retrobulbar yang melibatkan serat diskus optik makula. Patologi menunjukkan adanya demielinasi simetris bilateral pada serabut sentral saraf optik dan hilangnya sel ganglion retina, dengan dominasi pada makula, dan pada kasus yang parah, serabut saraf optik dapat digantikan oleh jaringan ikat kolagen. Kehilangan penglihatan secara progresif atau penglihatan kabur adalah manifestasi utama penyakit ini. Hilangnya penglihatan dapat berkembang secara bertahap dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan. Pasien memiliki gejala awal berupa kesulitan membaca tulisan kecil dan membedakan warna, yang berkembang dalam hitungan hari hingga minggu hingga hilangnya sensitivitas visual dan penglihatan kabur, biasanya tanpa berkembang menjadi kebutaan total, meskipun beberapa pasien mengalami perkembangan yang cepat, dengan tiba-tiba mengalami kebutaan total setelah satu episode konsumsi alkohol berat. Hilangnya penglihatan dapat terjadi secara unilateral atau melibatkan kedua mata. Kacamata tidak memperbaiki penglihatan. Seringkali terdapat bintik hitam di tengah lapang pandang kedua mata, biasanya simetris, dan bintik hitam tersebut lebih menonjol pada warna merah-hijau dibandingkan dengan warna putih. Lapang pandang perifer biasanya tidak terlibat dan pasien tidak dapat membedakan warna merah dan hijau. Pemeriksaan fundus mungkin sepenuhnya normal, tetapi pada kasus yang lebih lama, pucat sementara pada diskus optikus, atau atrofi diskus optikus, juga dapat terlihat. Patogenesis penyakit ini, yang dikaitkan dengan konsumsi alkohol kronis, tidak sepenuhnya dipahami. Beberapa laporan menunjukkan bahwa hal ini terutama disebabkan oleh kekurangan nutrisi, terutama kekurangan vitamin B. Hal ini juga dikaitkan dengan kerusakan saraf optik yang disebabkan oleh efek toksik langsung dari alkohol. Perubahan patologis dapat dilihat dalam bentuk hilangnya selubung mielin secara simetris pada serabut sentral saraf optik di kedua sisi dan hilangnya sel ganglion retina, dengan makula sebagai area yang paling penting, dan pada kasus yang parah, serabut saraf optik dapat digantikan oleh jaringan ikat kolagen.