Sendi adalah persendian di antara tulang-tulang, dan karena sendi itulah hewan dapat bergerak. Karena sendi-sendi itulah hewan dapat bergerak, dan itulah sebabnya mengapa sendi sangat penting. Sendi bisa mengeluarkan suara keras, seperti suara letupan, patah, gerinda dan gertakan. Yang paling umum adalah bunyi gertakan, yang bisa terjadi pada buku-buku jari, lutut, pergelangan kaki, punggung dan leher. Hal ini sering terlihat dalam film, di mana leher dipelintir sebelum pertarungan dan suara patah dibuat. Ada beberapa penyebab sendi berderak 1. Gas keluar Ada cairan sendi di dalam sendi yang berfungsi sebagai pelumas, dan cairan tersebut mengandung oksigen, nitrogen dan karbon dioksida. Apabila sendi diremas dan kapsul sendi mengembang dan berkontraksi, gas-gas dilepaskan dengan cepat, membentuk gelembung dan terdengar suara berdenging. Mekanisme ini mencegah sendi diremas lagi, karena harus menunggu gas kembali ke cairan sendi sebelum dapat diremas lagi. 2. Pergerakan sendi, tendon dan ligamen Ketika bergerak, jika postur dan posisinya tidak benar, maka akan terdengar suara berdenging. Ini juga mengingatkan bahwa posisinya tidak tepat. 3. Permukaan yang kasar Ketika artritis terjadi, ada permukaan yang kasar karena hilangnya tulang rawan yang halus dan suara berdenging ketika bergesekan. Dua titik pertama adalah dering sendi fisiologis, titik terakhirlah yang dianggap sebagai keadaan abnormal, tetapi tidak dianggap patologis karena penuaan. Meskipun hal di atas merupakan fenomena objektif, namun ada juga fenomena subjektif, karena sebagian orang sangat gemar meremas jari mereka dan mengeluarkan suara berderak. Jadi, sudah lama ada klaim bahwa melakukan hal itu dapat menyebabkan artritis. Namun, tidak ada bukti yang mendukung hal ini, dan sebuah studi tahun 2011 yang membandingkan kondisi buku-buku jari orang yang meremas sendi mereka dan mereka yang tidak menyimpulkan bahwa meremas tidak menyebabkan artritis, tidak peduli berapa tahun dan seberapa sering. Hasil-hasil penelitian lain juga konsisten. Seorang dokter, Donald Unger, memenangkan Hadiah Nobel Kedokteran yang lucu pada tahun 2009 karena bereksperimen dengan tangannya untuk jangka waktu yang begitu lama, setelah meremas buku jari kirinya dengan tangan kanannya setiap hari selama 60 tahun tanpa efek samping. Dalam keadaan normal, dering sendi adalah normal dan tidak terjadi apa-apa. Apa pun penyebabnya, dering sendi itu sendiri tidak perlu diobati, karena tidak menyebabkan masalah di kemudian hari, dan tidak ada latihan atau suplemen khusus yang dapat mencegahnya. Yang benar-benar perlu diperhatikan adalah ketika dering disertai rasa sakit, atau ketika dering disertai pembengkakan, yang keduanya memerlukan kunjungan ke dokter, terutama untuk lutut. Ada dua kemungkinan rasa sakit yang berhubungan dengan lutut berdenging 1. Robekan meniscal Terjadi terutama pada orang muda, terutama dengan cedera olahraga. 2. Kerusakan tulang rawan atau keausan Keausan dan kerusakan terjadi terutama pada orang paruh baya dan lanjut usia, yang paling serius adalah osteoporosis. Keausan dan robekan tulang rawan tidak dapat dihindari seiring dengan bertambahnya usia, dan dering sendi tidak perlu dikhawatirkan. Yang perlu dikhawatirkan adalah kesehatan lutut, karena osteoporosis tidak dapat diobati, tetapi hanya dapat dicegah. Kesehatan lutut dimulai dengan berolahraga, setidaknya dua kali seminggu, untuk membuat lutut dan kaki Anda kuat, terutama otot-otot yang mendukungnya. Saat berolahraga, lakukan pemanasan dan peregangan, jangan terlalu kuat pada awalnya. Sepatu olahraga juga harus bertumit dan diganti secara teratur, karena ada keausan pada sepatu itu sendiri. Kedua, dan yang lebih penting lagi, adalah menjaga berat badan yang sehat, karena kelebihan berat badan dan obesitas merupakan faktor risiko utama untuk osteoporosis. Selama tidak ada rasa nyeri atau bengkak, tidak perlu khawatir tentang sendi yang berdenging.