“Radang sendi” yang umum

  Osteoartritis adalah penyakit sendi kronis non-inflamasi yang paling sering terjadi pada orang setelah usia paruh baya. Hal ini ditandai secara klinis oleh nyeri sendi, deformitas dan pembatasan gerakan. Perubahan patologis awalnya terjadi pada tulang rawan artikular dan kemudian pada jaringan periartikular seperti lempeng subkondral dan membran sinovial, dan ditandai dengan degenerasi tulang rawan dan pembentukan tulang baru pada permukaan sendi dan pinggirannya. Hal ini diduga terkait dengan penuaan, trauma, peradangan, obesitas, metabolisme dan genetika.  Gejala umum] Penyakit ini dimulai perlahan-lahan dan sering kali disebabkan oleh dingin, pengerahan tenaga, atau trauma ringan, dengan rasa nyeri dan pegal pada persendian. Rasa nyeri biasanya terputus-putus dan tumpul, tetapi dalam kasus yang parah, rasa nyeri ini bisa menetap atau bahkan merobek atau terasa seperti ditusuk-tusuk jarum. Pada tahap awal, hal ini terjadi setelah berolahraga dan lebih terasa setelah menahan beban, dan dapat diredakan saat istirahat. Seiring dengan perkembangan penyakit, nyeri dapat terjadi saat istirahat atau bahkan pada malam hari.  Kekakuan di pagi hari juga merupakan salah satu manifestasi utama osteoartritis. Hal ini ditandai dengan kekakuan sementara setelah menahan beban atau kesulitan bergerak dari satu posisi ke posisi lainnya, dan lebih terasa di pagi hari ketika bangun tidur atau ketika duduk untuk waktu yang lama. Kekakuan ini berlangsung singkat, biasanya dalam waktu setengah jam, dan sering kali berkurang dengan gerakan. Rasa nyeri juga dapat memburuk dalam cuaca dingin atau hujan, dan dalam kasus yang parah dapat menyebabkan gangguan pergerakan.  Gejala-gejala ini dapat memburuk secara perlahan-lahan, tetapi pada tahap selanjutnya, ketika tulang lembek (umumnya dikenal sebagai “bone spur”) terbentuk, tulang lembek ini mengiritasi lipatan sinovial, sehingga mengakibatkan respons inflamasi dan rasa nyeri yang parah, yang dapat menyebabkan deformasi sendi atau gerakan sendi yang terbatas. Jika terdapat benda bebas atau fragmen tulang rawan dalam sendi, perasaan “saling mengunci” dapat terjadi ketika sendi digerakkan.  Pengobatan】 Osteoartritis adalah penyakit degeneratif dan tidak ada obat yang efektif. Ada berbagai pilihan pengobatan untuk mengurangi rasa nyeri, mempertahankan dan meningkatkan mobilitas sendi dan mencegah disfungsi sendi.  1. Kembangkan kebiasaan gaya hidup yang baik dan berolahraga Makan dengan benar dan hidup teratur. Hindari kelebihan beban dan sesuaikan intensitas kerja; kurangi berat badan dan olahraga seperti mendaki, bersepeda dan tai chi. Bantalan lutut dan tongkat berjalan bisa digunakan untuk mengurangi beban pada persendian.  Fisioterapi adalah pengobatan yang penting untuk osteoartritis dan dapat digunakan bersamaan dengan latihan aerobik untuk meningkatkan kekuatan otot, memperbaiki rentang gerak sendi dan meningkatkan sirkulasi darah lokal.  3.Obat-obatan Obat anti-inflamasi non-steroid (obat anti-inflamasi dan analgesik): dapat meredakan nyeri sendi dan mengurangi peradangan sendi. Obat-obatan ini dapat menyebabkan efek samping gastrointestinal apabila dikonsumsi dalam waktu yang lama. Agen kondroprotektif: Suntikan asam hialuronat intra-artikular, terutama dalam bentuk injeksi asam natrium vitreous, digunakan. Ini biasanya diberikan seminggu sekali selama 5 minggu. Agen chondroprotective oral utama adalah glukosamin, yang dapat memperbaiki osteoartritis dan memperbaiki lesi sendi awal dengan penggunaan jangka panjang.  4.Pengobatan bedah Ketika pasien memiliki rasa sakit yang terus-menerus atau deformitas progresif dan pengobatan konservatif tidak efektif, pengobatan bedah dapat dipertimbangkan. Untuk orang lanjut usia, metode bedah yang paling umum adalah bedah penggantian sendi, umumnya bedah penggantian pinggul dan lutut. Beberapa pasien yang lebih muda dapat dipertimbangkan untuk osteotomi.