7 Kebiasaan makan utama yang melukai ginjal Anda, apakah Anda pernah mengalaminya?

Penyakit ginjal dikenal sebagai ‘pembunuh diam-diam’ dan Anda bahkan mungkin tidak merasakannya ketika sakit. Anda sering melihat di berita bahwa seseorang pergi ke dokter karena kehilangan nafsu makan, anemia, atau kelelahan, hanya untuk mengetahui bahwa mereka menderita ISK stadium lanjut! Faktanya, 1 dari 10 orang di Cina menderita penyakit ginjal! Menurut sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam The Lancet, jurnal medis internasional terkemuka, prevalensi penyakit ginjal kronis di kalangan orang dewasa di Cina mencapai 10,8%. Dengan kata lain, 1 dari 10 orang dewasa di sekitar kita menderita penyakit ginjal kronis dalam berbagai tingkatan. Manakah dari 7 kebiasaan buruk ginjal berikut ini yang telah Anda lakukan? Kebiasaan Buruk 1: Terlalu banyak minum minuman Asupan minuman ringan dan minuman olahraga yang berlebihan secara tidak langsung dapat merusak ginjal. Tingkat pH dalam tubuh manusia adalah 7,35 dan minuman-minuman ini umumnya sangat asam, yang meningkatkan beban ekskresi asam pada ginjal setelah dikonsumsi. Kebiasaan buruk 2: Sering menahan air seni Air seni di dalam kandung kemih terlalu lama dapat dengan mudah membiakkan bakteri, yang dapat berjalan mundur melalui ureter ke ginjal, yang menyebabkan infeksi saluran kemih dan pielonefritis. Kebiasaan Buruk 3: Makan berlebihan Orang modern memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkumpul untuk makan dan sering kali makan berlebihan, yang pada akhirnya akan menghasilkan produk limbah seperti asam urat dan nitrogen urea. Kebiasaan buruk 4: Minum terlalu sedikit air Ketika Anda tidak minum air dalam waktu yang lama, jumlah air seni akan berkurang dan konsentrasi limbah serta racun yang terbawa dalam air seni akan meningkat. Kebiasaan buruk 5: Makan roti yang terlalu empuk Roti dan kue-kue memiliki bahan tambahan makanan, kalium bromat, yang memberikan kekuatan gluten yang diperlukan serta tekstur yang elastis dan empuk pada makanan yang dipanggang. Namun, konsumsi kalium bromat yang berlebihan dapat merusak sistem saraf pusat, darah, dan ginjal. Kebiasaan buruk 6: Minum teh kental setelah minum alkohol Teofilin dalam teh dapat mempengaruhi ginjal lebih cepat dan memainkan peran diuretik, ketika alkohol dikeluarkan dari ginjal sebelum sempat diuraikan lagi, membuat ginjal terkena stimulasi etanol dalam jumlah besar dan dengan demikian merusak fungsi ginjal. Kebiasaan Buruk 7: Diet terlalu asin Diet yang terlalu asin akan menyebabkan peningkatan tekanan darah dan ginjal tidak akan mampu mempertahankan aliran darah normal, sehingga memicu penyakit ginjal.