Cara mengobati kejang demam pada anak-anak

  Anak-anak berusia antara 6 bulan dan 3 tahun rentan terhadap kejang-kejang akibat demam tinggi, karena otak mereka belum sepenuhnya berkembang. Kejang-kejang bisa sangat merusak sistem saraf anak dan juga cenderung menyebabkan edema serebral, jadi penting untuk menyadarkan anak yang mengalami kejang demam di tempat dan segera membawanya ke dokter.  Jika pasien mengalami kejang demam di rumah, orang tua tidak boleh terlalu khawatir dan menelepon hotline darurat atau bergegas ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sampai saat itu tiba, ada beberapa langkah pertolongan yang bisa dilakukan oleh para orang tua sebelumnya. Sangat penting untuk menempatkan anak pada sisinya untuk menghindari sesak napas akibat muntahan, membersihkan sekresi dengan handuk basah dan menggosok seluruh tubuh dengan air hangat untuk pendinginan fisik. Durasi kejang-kejang akibat demam tinggi biasanya 2 sampai 5 menit, tetapi onset mendadak tidak dikecualikan, jadi penting untuk membawa anak ke rumah sakit tepat waktu untuk menghindari perkembangan kondisi yang serius.  Selain itu, penyerap oksigen dapat dibeli sebagai cadangan untuk anak-anak di bawah usia tiga tahun di rumah. Jika terjadi kejang-kejang, oksigen dapat diberikan kepada anak tepat waktu untuk meringankan kondisinya. Oksigen dapat menjaga anak agar tidak mati lemas, sehingga mengurangi kerusakan pada sistem saraf anak. Akhirnya, orang tua tidak boleh terlalu stres ketika menghadapi kejang pediatrik untuk menghindari kesalahan di tengah-tengah kekacauan.