Tanda-tanda awal timbulnya AD umumnya meliputi gangguan memori (terutama memori dekat), ketidakmampuan untuk melakukan tugas-tugas yang sudah dikenal, gangguan bahasa (misalnya lupa kata-kata sederhana, ketidakmampuan untuk mengungkapkan keinginan seseorang dengan benar, dll.), kebingungan tentang waktu dan tempat, berkurangnya penilaian (misalnya berpakaian tanpa pandang bulu terlepas dari musimnya), keterampilan berpikir abstrak, salah menempatkan barang, perubahan perilaku dan emosional, perubahan kepribadian dan kurangnya inisiatif, dll. Diagnosis dini penyakit Alzheimer juga dapat dilakukan dengan menggunakan MRI untuk penilaian atrofi struktur lobus temporal medial, positron emission tomography (PET), penanda pencitraan pengembang age spot (18F-FDDNP) dan Pittsburgh Compound-B (PIB). Tes genetik untuk genotipe ApoE, seperti E4 dengan gejala awal penting untuk diagnosis. Ada juga skala yang digunakan untuk diagnosis awal AD, seperti Preclinical AD Cognitive Load Scale (ADCS-PACC), yang dapat menilai memori situasional, fungsi eksekutif terbatas waktu, dan fungsi kognitif secara keseluruhan, yang signifikansinya belum ditentukan.