Data klinis dari tiga pasien yang masing-masing mengalami eksaserbasi akut pneumonia interstitial (NsIP). Lima dari kasus tersebut merupakan hasil dari patologi pneumonia interogatif sebelum eksaserbasi akut dan l adalah hasil otopsi setelah eksaserbasi akut. Hasilnya adalah 2 pria dan 4 wanita dalam 6 kasus, berusia 29 hingga 57 tahun (usia rata-rata 51 tahun). Temuan patologis sebelum eksaserbasi akut adalah: uIP pada 3 kasus (1 idiopatik, 1 sekunder akibat dermatomiositis dan 1 sekunder akibat penyakit jaringan ikat), NsIP pada 2 kasus (1 idiopatik, 1 sekunder akibat dermatomiositis) dan cedera alveolar difus yang dikombinasikan dengan NsIP (sekunder akibat dermatomiositis) pada 1 kasus pada saat autopsi. 2 dari 6 kasus telah menjalani biopsi paru torakoskopik seminggu sebelum eksaserbasi akut, 5 kasus demam, 2 kasus mengalami peningkatan sel darah putih Kultur dahak dan darah tidak positif pada 6 kasus. Indeks oksigenasi adalah 200 mmHg (kisaran interkuartil 158-237 mmHg, 1 mmHg = O,133 kPa) pada saat eksaserbasi akut, EsR meningkat pada 4 kasus dan protein c-reaktif meningkat pada 2 kasus. Lima kasus diobati dengan glukokortikoid 35-1000 m∥d dan dua kasus dengan gammaglobulin manusia intravena. empat pasien meninggal selama rawat inap, tiga pasien yang menggunakan ventilasi mekanis invasif meninggal, satu selamat dan satu stabil, satu membaik, dan dua pasien berikutnya hilang untuk ditindaklanjuti. Kesimpulan Baik uIP maupun NsIP dapat muncul dengan eksaserbasi akut, dengan timbulnya sesak napas dan demam secara tiba-tiba, tanpa spesifisitas atau penyebab, dan tanpa respons terhadap terapi antibiotik spektrum luas, dan pengobatan dengan glukokortikoid dosis tinggi serta gammaglobulin intravena mungkin efektif.