Musim panas adalah waktu kecemasan yang tinggi, dan tidak semua kecemasan bersifat patologis. Kecemasan sedang itu baik, orang mengatur diri mereka sendiri dan tidak perlu ke dokter ketika mereka cemas. Namun, ketika kecemasan berlebihan, maka akan menjadi masalah psikologis atau medis, sering disertai dengan banyak penyakit seperti depresi, gangguan obsesif-kompulsif, fobia, gangguan stres pasca-trauma dan alkoholisme. Hal ini umumnya dirasakan, tetapi ada jenis kecemasan tertentu – gangguan panik (serangan kecemasan akut) – yang tidak banyak orang tahu. Dalam konteks sosial saat ini, kehidupan, pekerjaan, belajar, tekanan sosial, banyak orang (terutama anak muda) yang merasa stres, menghasilkan ketegangan, kecemasan, ditambah dengan musim panas, cuaca panas, di ruang terbatas kamar ber-AC, gangguan panik yang mudah diinduksi. Namun, karena serangan gangguan panik menyerupai serangan jantung, sebagian besar pasien terlihat di unit gawat darurat dan departemen kardiologi dan tidak menerima pengobatan tepat waktu. Daftar singkat dari 5 karakteristik gangguan panik (serangan kecemasan akut) diberikan di bawah ini: 1) Serangan dapat terjadi dalam keadaan apa pun, membuatnya tidak dapat diprediksi. 2. Dalam interval antara serangan, orang tersebut dapat hidup seperti biasa kecuali rasa takut akan serangan lebih lanjut (kecemasan antisipatif). 3. Serangan ditandai dengan rasa takut yang intens, disertai dengan gejala vegetatif yang signifikan, seperti mulut kering, lidah kering, panik, keringat berlebihan, mati rasa di lengan dan kaki, sesak napas, sesak napas atau perasaan tercekik, kadang-kadang rasa hampir mati, rasa depersonalisasi dan kehilangan kendali, dan pengalaman menyakitkan lainnya. 4. Serangannya cukup mendadak, mencapai puncaknya dalam 10 menit dan biasanya tidak lebih dari satu jam. Orang tersebut sadar selama serangan dan dapat mengingat serangan setelahnya. 5. Kejang berulang dapat terjadi. Jika anda mengalami salah satu dari 5 kejang di atas dan tidak ditemukan penyakit organik, anda harus mempertimbangkan kemungkinan gangguan panik. Jangan panik jika Anda mengalami serangan gangguan panik. Ketika kecemasan melanda, Anda bisa mengatakan pada diri sendiri berulang kali, “Tidak apa-apa.” , “Saya bisa mengatasinya.” dan “Saya lebih baik dari orang lain”. Hal ini secara bertahap akan menghilangkan reaksi naluriah dari pernapasan cepat dan tangan berkeringat dingin, dan memungkinkan respons cerdas Anda untuk mewujudkan dirinya sendiri. Sangat penting untuk menjalani kehidupan yang masuk akal dan teratur, belajar untuk merilekskan diri, tetap optimis dan berolahraga dengan benar. Kedua, pengobatan psikologis dan farmakologis juga harus ditargetkan jika perlu. Perkembangan lebih lanjut dari terapi perilaku kognitif juga telah memainkan peran yang sangat berharga dalam mengkonsolidasikan efek pengobatan. Hasil yang memuaskan pada umumnya dapat dicapai dengan pengobatan sistematis dan perawatan psikologis.