1 . Kerongkongan: LES rendah, penurunan amplitudo peristaltik, dan penurunan kemampuan perbaikan epitel kerongkongan. 2 . Gastro-esofagus: Atrofi mukosa lambung, penurunan kelenjar lambung, penurunan sekresi motilitas lambung dan gastrin, dan penurunan efek rangsangan pada LES, yang menyebabkan penurunan tekanan LES, tetapi sekresi asam lambung tidak akan berkurang, dan kejadian GERD akan meningkat. Gerakan terkoordinasi dari sambungan gastroduodenal melemah, mukosa lambung mudah rusak, motilitas lambung melemah, yang menyebabkan penundaan pengosongan lambung, dan kejadian GERD meningkat.