Apa saja tes untuk glioma dan bagaimana cara mendiagnosisnya?

  Glioma umumnya muncul dengan gejala peningkatan tekanan intrakranial seperti sakit kepala, muntah, dan edema papil optik, serta kerusakan neurologis yang terbatas. Glioma bersifat agresif, tidak berbungkus, berbatas tegas, dan memiliki tingkat keganasan yang bervariasi. Penyakit ini cenderung kambuh dan meninggal pada tahap akhir akibat herniasi otak. Saran ahli: begitu Anda melihat seseorang di sekitar Anda mengalami gejala ini, Anda harus segera pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan, diagnosis, dan pengobatan.  Pada beberapa kasus, jika tumor terletak di permukaan otak atau di dalam ventrikel, jumlah protein cairan serebrospinal dapat meningkat, dan jumlah sel darah putih juga dapat meningkat. Operasi harus dilakukan dengan hati-hati, jangan sampai mengeluarkan lebih banyak cairan serebrospinal, berikan tetesan manitol setelah operasi dan perhatikan observasi.  2 . Pemeriksaan Ultrasonografi: Pemeriksaan ini dapat membantu menentukan sisi dan mengamati keberadaan hidrosefalus. Untuk bayi, pemindaian ultrasonografi tipe B dapat dilakukan melalui ubun-ubun, yang dapat menunjukkan gambar tumor dan perubahan patologis lainnya.  3 . Elektroensefalografi: Perubahan EEG dari glioma di satu sisi adalah perubahan gelombang otak yang terbatas pada lokasi tumor, dan di sisi lain adalah perubahan frekuensi dan amplitudo yang umumnya terdistribusi secara luas. Pada astrositoma dan tumor oligodendroglial yang lebih jinak, manifestasi utamanya adalah gelombang delta terbatas, sementara pada beberapa kasus, bentuk gelombang epilepsi seperti paku atau lonjakan dapat terlihat.  Diagnosis klinis glioma didasarkan pada: 1. Gejala progresif peningkatan tekanan intrakranial: sakit kepala, muntah, kehilangan penglihatan, diplopia, kejang, dan gejala kejiwaan.  2. Gejala fokal akibat kompresi, infiltrasi, dan kerusakan jaringan otak: misalnya hemiplegia, afasia, berjalan tidak stabil, dll.  3, CT, MRI, angiografi serebral kepala: gambar yang menunjukkan karakteristik lesi metastasis yang menempati dapat mengkonfirmasi diagnosis.  4. Lesi biasanya pertama kali muncul sebagai massa yang menyakitkan: pada stadium lanjut tumor, gejala akibat hilangnya fungsi neurologis (sensasi abnormal, kehilangan sensasi dan akhirnya kehilangan gerakan) menjadi semakin jelas.  5. Pemeriksaan fisik dapat menunjukkan adanya massa yang dalam: massa tersebut disemen ke struktur utama dan tekanan atau palpasi dapat menyebabkan nyeri yang melibatkan atau sensasi yang tidak normal. Ciri-ciri neurofibromatosis tipe 1 sudah jelas. Pada pasien dengan neurofibromatosis, nodul atau massa yang tadinya tidak nyeri dan tidak bergerak, secara bertahap tumbuh dan menjadi bergejala, dan tindakan diagnostik dini dilakukan untuk menentukan apakah telah terjadi keganasan.  Diagnosis banding glioma: Diagnosis dibuat berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi kejadian dan perjalanan klinis, serta perkiraan jenis patologis. Selain riwayat dan pemeriksaan neurologis, sejumlah tes tambahan diperlukan untuk membantu melokalisasi dan mengkarakterisasi diagnosis. Tomografi emisi positron dapat memperoleh gambar yang mirip dengan CT dan memungkinkan pengamatan pertumbuhan dan metabolisme tumor untuk mengidentifikasi tumor jinak ganas.