Ketika orang-orang dari dataran pindah ke dataran tinggi untuk jangka waktu yang lama dan kemudian kembali tinggal di dataran, mereka mungkin menderita “desaturasi dataran tinggi”, yang juga dikenal sebagai “reaksi dataran rendah” atau “keracunan oksigen”. Orang yang pertama kali pergi ke dataran tinggi memiliki reaksi kompensasi, seperti peningkatan kadar hemoglobin, sesak napas, dan peningkatan detak jantung. Seiring waktu, tubuh mengembangkan tingkat adaptasi tertentu terhadap lingkungan rendah oksigen di dataran tinggi. Ketika Anda datang dari dataran tinggi ke dataran rendah, Anda mengalami perubahan dari lingkungan rendah oksigen ke lingkungan normoksigenik. Adaptasi fisiologis asli tubuh ke dataran tinggi menjadi sesuatu dari masa lalu dan “tugas historis” telah selesai, sehingga secara bertahap akan terlepas atau menghilang. Perubahan ini disebut “deaklimatisasi”. Reaksi “deaklimatisasi” ini dapat menyebabkan kelelahan, kelemahan, kantuk, sesak di dada, pusing, diare, dan gejala lainnya, seperti halnya mabuk.