Demensia adalah sindrom gangguan fungsional yang didapat dan menetap akibat disfungsi otak, dengan berbagai disfungsi kortikal yang lebih tinggi yang melibatkan penurunan daya ingat, bahasa, pemikiran, orientasi, pemahaman, komputasi, kemampuan belajar, kemampuan berbicara dan penilaian, dan dapat disertai dengan kelainan perilaku mental, berkurangnya kontrol emosi, dan perubahan kepribadian. Insiden dan prevalensi demensia meningkat seiring bertambahnya usia. Menurut statistik, prevalensi demensia di kalangan lansia di atas 60 tahun sekitar 1-5%, dan prevalensi demensia di kalangan lansia di atas 85 tahun sekitar 40%, dengan semakin menuanya populasi global, prevalensi penyakit ini akan meningkat dengan cepat, China adalah negara besar dengan 1,3 miliar orang, dan populasi lansia mencapai 10% dari total populasi, yaitu sekitar 130 juta lansia. Pada tahun 2005, terdapat 5 juta pasien demensia di Tiongkok; pada tahun 2020, akan ada 10 juta, dan pada tahun 2040, akan ada 22,5 juta. Durasi demensia yang panjang dan biaya pengobatan yang tinggi membawa beban yang sangat besar bagi keluarga pasien dan masyarakat. Sepuluh tanda bahaya demensia: 1. Kehilangan ingatan, mempengaruhi aktivitas kehidupan sehari-hari, seperti: menggoreng sayuran menaruh garam dua kali, lupa mematikan gas setelah memasak 2. Kesulitan dalam menghadapi hal-hal yang sudah dikenal, seperti: sulit melakukan tugas sehari-hari: tidak tahu urutan memakai pakaian, langkah-langkah memasak 3. Kesulitan dalam ekspresi verbal, seperti: lupa kata-kata sederhana, mengucapkan atau menulis kalimat yang tidak dapat dimengerti orang lain (4. Meningkatnya kebingungan tentang waktu, tempat, dan orang, misalnya tidak ingat hari apa, hari apa dalam seminggu, dan di provinsi mana mereka berada 5. Menurunnya penilaian, misalnya memakai jaket katun saat terik matahari tetapi memakai mantel tipis saat cuaca dingin 6. Menurunnya pemahaman atau kemampuan mengatur sesuatu dengan cara yang rasional, misalnya tidak dapat mengikuti pembicaraan orang lain, atau tidak dapat membayar tagihan tepat waktu 7. Sering meletakkan sesuatu pada tempat yang tidak semestinya, misalnya memasukkan setrika ke dalam mesin cuci 8. Ketidakstabilan emosi dan perubahan perilaku dari sebelumnya Performa yang tidak stabil dan perilaku yang tidak normal, misalnya: suasana hati yang cepat naik dan turun, menjadi temperamental 9. Perubahan kepribadian, misalnya: dapat menjadi curiga, acuh tak acuh, cemas, atau kasar, dll. 10. Hilangnya inisiatif, misalnya: menghabiskan waktu dan tidak tertarik pada hobi yang sebelumnya.