Adanya perilaku melukai diri sendiri tidak selalu merupakan tanda depresi, tetapi juga dapat disebabkan oleh gangguan seperti gangguan bipolar dan gangguan kepribadian borderline. Jika orang yang depresi menunjukkan perilaku melukai diri sendiri, secara medis ditentukan sebagai depresi berat berdasarkan SDS (Self-Rating Depression Scale) dan presentasi klinis. Adanya perilaku melukai diri sendiri pada pasien depresi menunjukkan bahwa pasien berada dalam situasi yang berbahaya dan harus diobati dengan pengobatan dan psikoterapi sesegera mungkin. Saat minum obat, penting untuk mengikuti saran medis, minum obat secara teratur, jangan mengubah dosis sesuka hati, dan bekerja sama secara aktif dengan dokter untuk tindak lanjut secara teratur. Selama perawatan psikologis, penting untuk bersikap terbuka dan percaya kepada dokter, untuk meningkatkan kesadaran diri dan identitas diri, dan untuk sepenuhnya mengenali nilai diri sendiri agar terhindar dari perilaku melukai diri sendiri. Jika perilaku melukai diri sendiri bukan disebabkan oleh depresi tetapi oleh gangguan bipolar, gangguan kepribadian borderline atau gangguan lainnya, penting untuk mencari perawatan di rumah sakit sesegera mungkin untuk memperbaiki kondisi dan menghindari konsekuensi yang serius. Selain itu, anggota keluarga juga harus memberikan pengertian dan dukungan penuh dalam kehidupannya, lebih memperhatikan perubahan suasana hati, memperbaiki suasana hati pasien melalui komunikasi yang lebih baik dan mengurangi terjadinya perilaku melukai diri sendiri. Penting juga untuk mempertahankan sikap positif, menjaga energi positif dan belajar untuk menemukan kebaikan dan keindahan dalam hidup.