Demensia Alzheimer, seberapa banyak yang Anda ketahui? Menurut statistik, prevalensi demensia vaskular pada populasi di atas 60 tahun adalah 324/100.000 penduduk, sedangkan prevalensi demensia penyakit Alzheimer adalah 238/100.000 penduduk. Diperkirakan pada tahun 2025, prevalensi demensia penyakit Alzheimer adalah 22 juta orang di seluruh dunia. Demensia penyakit Alzheimer, sebagai jenis demensia utama pada usia lanjut, merupakan penyebab kematian nomor empat setelah penyakit jantung, kanker, dan stroke. Penyakit Alzheimer membawa beban yang besar bagi masyarakat dan keluarga, 80% dari pasien disertai dengan kelainan mental, 50% dari pasien memiliki perilaku agresif, sehingga pencegahan dan pengobatan demensia penyakit Alzheimer telah menarik perhatian yang luas dari profesi medis dan bahkan seluruh masyarakat. Demensia penyakit Alzheimer, termasuk penyakit Alzheimer, demensia vaskular, dan demensia campuran. Penyakit ini merupakan penyakit neurodegeneratif yang progresif dan fatal, dengan manifestasi klinis berupa penurunan fungsi kognitif dan daya ingat, penurunan progresif dalam kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, serta berbagai gejala neuropsikiatri dan gangguan perilaku. Gejala klinis demensia penyakit Alzheimer dikategorikan ke dalam dua aspek, yaitu kehilangan memori, gangguan kognitif, dan gejala kejiwaan. Berdasarkan perkembangan penyakit dan tingkat keparahan defisit kognitif, gejala-gejala tersebut dapat diklasifikasikan sebagai ringan, sedang, dan berat. 1, ringan: gangguan memori dari peristiwa baru-baru ini seringkali merupakan gejala pertama dan paling jelas, seperti: kata-kata yang baru saja diucapkan, baru saja dilakukan tidak dapat diingat, sering kehilangan barang; mempelajari hal-hal baru itu sulit, membaca buku dan koran tidak dapat diingat setelah membaca isinya. Sering mengalami gangguan orientasi waktu, pasien tidak dapat mengingat tahun, bulan, dan hari tertentu. Kemampuan perhitungan berkurang, dan sulit untuk menyelesaikan perhitungan sederhana. Pemikiran tertunda, sulit untuk memikirkan masalah, tetapi dapat menyelesaikan tugas atau rutinitas sehari-hari yang biasa dilakukan. Kehidupan pribadi pasien pada dasarnya adalah perawatan diri. Perubahan kepribadian sering muncul pada tahap awal penyakit, pasien menjadi kurang inisiatif, berkurangnya aktivitas, kesepian, egois, berkurangnya minat terhadap lingkungan sekitar, lebih acuh tak acuh terhadap orang-orang di sekitarnya, atau bahkan acuh tak acuh terhadap orang yang dicintainya, emosi tidak stabil, mudah tersinggung. Sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. 2. Sedang: dimanifestasikan dengan kehilangan ingatan yang semakin serius, barang-barang yang digunakan terlupakan, kebutuhan sehari-hari hilang. Ingatan akan hal-hal yang baru saja terjadi juga terlupakan. Memori jangka panjang juga terganggu, dan pasien tidak dapat mengingat pengalaman kerjanya, bahkan tidak tahu tanggal lahirnya, lupa alamat rumah dan nama-nama kerabat dan teman-temannya, tetapi masih ingat namanya sendiri. Kadang-kadang ada kesalahan representasi dan fiksi karena kehilangan ingatan. Terdapat gangguan disorientasi, mudah tersesat dan tidak dapat menemukan jalan pulang. Terdapat gangguan bicara, dengan pembicaraan yang tidak teratur dan kosong, ketidakmampuan menyebutkan nama-nama benda yang mirip, dan ketidakmampuan mengenali kerabat dan teman. Ketidakmampuan untuk mengekspresikan diri dengan benar dengan gerakan dan ketidakmampuan untuk melakukan gerakan yang berkesinambungan, seperti menyikat gigi. Pasien tidak lagi dapat bekerja dan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, dan bahkan kebutuhan dasar seperti mencuci dan berpakaian perlu diawasi atau dibantu oleh anggota keluarga. Mental dan perilaku pasien juga lebih menonjol, perubahan suasana hati tidak stabil; atau karena tidak dapat menemukan barang yang ditaruhnya sendiri, dan dicurigai dicuri orang lain, atau karena kecemburuan yang kuat dan dicurigai perselingkuhan suami/istri, dapat disertai dengan halusinasi yang terpisah-pisah; gangguan tidur, beberapa pasien gelisah di malam hari, berpikir untuk tidur di siang hari. Gangguan perilaku menyembunyikan kotoran; mengambil barang orang lain; atau bermanifestasi sebagai hiperaktif naluriah, ketelanjangan di depan umum, terkadang perilaku agresif. 3 . Parah: memori, pemikiran dan fungsi kognitif lainnya terganggu. Pasien lupa nama dan usianya, serta tidak mengenali keluarganya. Kemampuan bahasa pasien semakin memburuk karena ia hanya berbicara secara spontan, dengan isi yang monoton atau suara yang diulang-ulang dan tidak dapat dimengerti, dan pada akhirnya kehilangan fungsi bahasanya. Aktivitas pasien berangsur-angsur berkurang, dan secara bertahap kehilangan kemampuan untuk berjalan, atau bahkan tidak dapat berdiri, dan akhirnya hanya dapat terbaring di tempat tidur, mengompol. Cara utama untuk mencegah demensia pada usia lanjut adalah sebagai berikut: 1. Memperbaiki lingkungan kerja. Lingkungan hidup dan kerja yang menyenangkan dan mudah kondusif untuk kesehatan yang baik. 2 . Batasi alkohol dan berhenti merokok. Minum berlebihan akan menyebabkan fungsi otak tidak normal Orang yang minum lebih dari 0,3 liter alkohol sehari lebih rentan terhadap demensia serebrovaskular daripada masyarakat umum, dan disarankan agar konsumsi alkohol setiap hari tidak lebih dari 1-2 tael. Merokok adalah penyebab demensia serebrovaskular dan infark miokard serta faktor risiko independen penyakit lainnya, berhenti merokok baik untuk kesehatan fisik dan mental. 3 . Pencegahan arteriosklerosis Kurangi berat badan, kendalikan hipertensi dan diabetes serta penyakit lain yang meningkatkan arteriosklerosis. 4, pengaturan pola makan: untuk mencegah asupan makanan berlemak tinggi yang disebabkan oleh kolesterol, asupan nutrisi penting, seperti protein, garam anorganik, asam amino dan vitamin, terutama vitamin B1, B2 dan B6, vitamin C dan vitamin E sangat penting bagi lansia, seperti setengah kati buah-buahan, setengah kati sayuran, 2-3 dua daging tanpa lemak atau ikan dan seterusnya, sebutir telur setiap hari. 5, untuk menjaga semangat bahagia kondusif untuk umur panjang dan kesehatan mental. 6, untuk mengatur kehidupan dan pembelajaran yang baik: di usia tua, tetapi juga bersikeras untuk mempelajari pengetahuan baru, untuk mempertahankan kontak yang luas dengan masyarakat. 7, setelah pensiun, untuk memiliki konten kehidupan yang kaya, berbagai minat dan hobi, ini dapat meningkatkan aktivitas otak, tetapi juga dapat memperlambat atau mengurangi proses penuaan. 8, pemeriksaan kesehatan secara teratur, deteksi dini dan pengobatan penyakit fisik, tubuh mereka sendiri harus memperhatikan, tetapi tidak terlalu khawatir. 9, sering berpartisipasi dalam kegiatan: gerakan terus menerus, lebih lambat, seperti berjalan, jogging, senam, tai chi dan sebagainya. 10 . Untuk demensia sedang sampai berat, pengobatan dapat menggunakan donepezil, memantine.