Bagaimana edema sumsum tulang dapat dideteksi?

  Istilah “oedema sumsum tulang” sering muncul dalam tes rumah sakit atau hasil diagnostik, dan sebagian dokter tidak menyadari maknanya atau tingkat keparahan penyakitnya, dan tentu saja, pasien atau keluarga mereka bahkan lebih tidak menyadari apa artinya. Bagaimana oedema sumsum tulang dapat dideteksi?  Oedema sumsum tulang adalah tanda oedema matriks tulang, hiperplasia jaringan fibrosa dan infiltrasi sel inflamasi sebagai manifestasi patologis utama. Dengan perkembangan teknologi dan penggunaan MRI secara luas, tanda oedema sumsum tulang secara bertahap telah dikenali, tetapi belum dihargai secara luas sampai beberapa tahun terakhir, ketika penelitian telah dilakukan. Penyebab oedema sumsum tulang masih belum pasti dan mencakup: trauma, hormon, dan perubahan stres mekanis. Biomekanik yang berubah adalah salah satu penyebab oedema sumsum tulang, dan stres mekanis mungkin memainkan peran penting dalam perkembangan oedema sumsum tulang. Perubahan stres mekanis menyebabkan fraktur trabekula di area penahan beban dan perkembangan oedema sumsum tulang. MRI saat ini merupakan cara terbaik untuk mendiagnosis dan mengevaluasi oedema sumsum tulang. Derajat nyeri sesuai dengan keparahan oedema sumsum tulang, dan seiring dengan berkurangnya keparahan oedema sumsum tulang pada MRI, derajat nyeri pun berkurang. Sindrom edema myeloid biasanya terjadi pada sendi pinggul.  Istilah “oedema sumsum tulang” diperkenalkan dengan penggunaan magnetic resonance imaging (MRI), yang berarti bahwa hanya pemeriksaan MRI yang dapat mendeteksi adanya oedema sumsum tulang pada tahap yang relatif dini, karena MRI sensitif terhadap air dan menunjukkan karakteristik oedema sumsum tulang, sehingga diagnosis dapat langsung dibuat. Ini berarti bahwa area oedema sumsum tulang berwarna putih pada gambar lipid kompresi T2WI MRI dan hitam pada T1WI. Tes pencitraan lainnya tidak dapat mendeteksi atau mendiagnosis oedema sumsum tulang (termasuk sinar-X, CT, PET-CT, ultrasonografi, dll.).