Menghindari minum obat berarti mengonsumsi makanan tertentu pada saat yang sama dengan obat dapat menyebabkan penurunan efektivitas, peningkatan efek samping, atau memperburuk kondisi. Ada dua aspek utama: 1. makanan tidak sesuai dengan kondisi yang diderita; 2. makanan dan obat yang diminum bereaksi dengan cara yang tidak kondusif terhadap pengobatan penyakit. Berikut ini adalah penjelasan tentang beberapa masalah tabu yang umum: 1. Jangan minum teh kental saat mengonsumsi obat Tiongkok: Karena teh mengandung asam tanat, meminumnya dengan obat Tiongkok akan memengaruhi penyerapan bahan aktif dalam obat Tiongkok dan mengurangi kemanjurannya. Khususnya untuk pasien dengan anemia defisiensi besi, teh akan mempengaruhi penyerapan zat besi dan tidak kondusif untuk suplementasi zat besi. Dari perspektif TCM, teh bersifat dingin dan tidak boleh dikonsumsi oleh pasien dengan kekurangan Qi dan darah. Selain itu, teh memiliki efek menyegarkan dan harus dihindari oleh pasien yang kurang tidur. 2, tidak boleh makan lobak saat minum obat Cina (kecuali untuk minum obat qi dan dahak): karena lobak memiliki efek menghilangkan makanan dan mematahkan qi, terutama saat mengonsumsi ginseng dan obat Cina tonik lainnya, makan lobak akan mengurangi efek obat tonik dan mempengaruhi efek tonik obat. 3. Saat mengonsumsi ramuan dan pil herbal, hindari makanan mentah, dingin, dan berminyak: karena makanan mentah dan dingin merangsang saluran pencernaan dan memengaruhi penyerapan obat, dan makanan berminyak tidak mudah dicerna dan diserap, dan makanan berminyak yang dicampur dengan obat dapat menghambat penyerapan bahan aktif obat oleh saluran pencernaan, sehingga mengurangi kemanjurannya. 4. Penderita penyakit saluran cerna dilarang mengonsumsi bawang putih saat mengonsumsi obat untuk menguatkan limpa, menghangatkan lambung dan menyelaraskan lambung: bawang putih mengandung allicin yang dapat menstimulasi mukosa saluran cerna, sehingga obat China yang diminum tidak dapat secara efektif berperan sebagai terapeutik. Makanan pasien dengan gangguan pencernaan umumnya harus ringan dan mudah dicerna. Pasien dengan kelembaban dan panas usus yang berat tidak boleh makan makanan pedas, berminyak atau manis. Pasien dengan limpa dan perut yang dingin tidak boleh makan makanan dingin dan beku, seperti melon dan buah-buahan serta minuman dingin. Pasien yang menderita luka dan penyakit kulit tidak boleh makan makanan pedas, makanan laut seperti ikan, udang dan kepiting serta makanan seperti kambing, daging sapi, mangga dan durian. Pasien dengan edema harus menghindari makan garam. Penderita hepatitis tidak boleh makan makanan pedas dan berminyak. Hindari makan: ikan, udang, kepiting, ayam dan telur untuk pasien yang sedang demam dan pilek. Hindari batuk dan dahak: makanan manis dan berminyak. Hindari untuk pasien dengan hipertensi dan penyakit jantung koroner: makanan pedas, berminyak, garam, anggur, dll.