Perbedaan antara obat resep dan obat bebas mungkin tidak terlalu menjadi perhatian bagi sebagian besar dari kita pada umumnya, tetapi Dr. Ding ingin membantu Anda untuk mengetahuinya dan meningkatkan kesadaran akan keamanan obat. Apa yang dimaksud dengan obat bebas dan obat resep? Obat bebas adalah obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Obat-obatan ini telah digunakan dan diobservasi dalam jangka waktu yang lama dan telah terbukti efektif dan memiliki sedikit efek samping. Sebaliknya, obat resep adalah obat yang hanya dapat dibeli dan digunakan dengan resep dokter, seperti obat untuk penyakit kronis (hipertensi, diabetes, infark otak, dll.). Singkatnya, obat ini adalah obat yang tidak dapat dibeli sendiri di apotek, tetapi harus ke dokter dan hanya dapat dibeli dengan resep yang dikeluarkan oleh dokter setelah mendiagnosis penyakit. Bagaimana cara membedakan obat bebas dan obat resep? Obat bebas adalah obat yang dijual bebas. Semua obat bebas ditandai dengan logo OTC di sudut kanan atas kotak. Obat bebas dapat dibagi menjadi Obat Bebas Kelas A dan Obat Bebas Kelas B. Obat Bebas Kelas A memiliki label Obat Bebas berwarna merah dan Obat Bebas Kelas B memiliki label Obat Bebas berwarna hijau. Perbedaan warna juga menunjukkan bahwa warna hijau lebih aman daripada warna merah, misalnya tablet vitamin kompleks, yang tidak hanya tersedia di apotek rumah sakit, apotek sosial, tetapi juga di supermarket dan toserba. Obat resep tidak memiliki label bebas. Penting juga untuk ditekankan bahwa tidak adanya label OTC tidak selalu berarti bahwa itu adalah obat resep, karena produk kesehatan juga tidak memiliki label OTC. Logo produk kesehatan adalah logo khusus berwarna biru langit dan nomor persetujuannya adalah “食健字”. Apa yang harus kita perhatikan ketika membeli dan mengonsumsi obat bebas? Waspadai manfaat dan juga risiko obat-obatan yang dijual bebas, karena semua obat dapat memiliki efek positif dan juga efek farmakologis yang tidak diinginkan seperti reaksi obat yang merugikan. Penilaian yang akurat terhadap kondisi Anda sendiri: Obat-obatan yang dijual bebas umumnya terbatas pada cedera dan penyakit ringan, bukan pada penyakit akut dan serius. Hal ini mengharuskan kita untuk mengumpulkan pengetahuan dan pengalaman kesehatan dalam penggunaan obat-obatan, dan membuat penilaian awal tentang prioritas kondisi kita untuk memilih obat yang tepat. Gunakan obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan: jangan melebihi dosis atau menguranginya tanpa izin; anak-anak harus diawasi oleh orang dewasa; untuk kelompok khusus, perhatikan kontraindikasi, batasan dosis, dan faktor lain yang perlu dipertimbangkan, dan konsultasikan dengan dokter atau apoteker jika perlu. Jangan mengubah rute pemberian tanpa izin: supositoria eksternal tidak boleh dikonsumsi secara oral, bentuk sediaan oral tidak boleh dihaluskan dan dioleskan secara eksternal, dll. Perhatikan interaksi obat: sebelum menggabungkan obat resep dengan obat bebas atau mengonsumsi lebih dari satu obat bebas pada saat yang sama, periksa kandungan obat dengan cermat atau konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda untuk mencegah penggunaan dua obat dengan bahan aktif farmakologis yang sama pada saat yang sama dan untuk mencegah efek samping toksik dari penggunaan obat yang berulang. Amati perkembangan kondisi Anda: Setelah menggunakan obat, Anda harus memeriksa atau mengamati dengan cermat apakah kondisi Anda menurun atau memburuk, apakah gejala reaksi merugikan yang dijelaskan dalam petunjuk muncul, atau apakah muncul gejala baru lainnya. Tidak dapat membaca petunjuk obat? Anda harus dapat membacanya. Bagaimana cara menyimpan obat saya di rumah? Umumnya, obat cukup disimpan di tempat yang sejuk dan kering di dalam kotak tertutup. Namun, beberapa obat yang dijual bebas memiliki persyaratan lain seperti lemari es, tempat teduh, dll. Kami sarankan agar Anda menyimpannya sesuai dengan petunjuk di bawah [Penyimpanan]. Hal lain yang perlu diperhatikan secara khusus adalah hindari menyimpannya di tempat yang dapat dijangkau anak-anak.