Penyakit Alzheimer adalah proses yang progresif dan dapat dibagi menjadi tahap awal, menengah dan akhir menurut tingkat keparahan penyakitnya. Tahap awal penyakit Alzheimer ditandai dengan hilangnya ingatan yang signifikan dan gangguan kemampuan berpikir dan bernalar dalam kehidupan sehari-hari, seperti lupa di mana sesuatu ditinggalkan dan mengira bahwa barang itu dicuri, atau lupa alamat rumah seseorang dan tersesat. Pada tahap awal penyakit ini, pasien mampu mengurus dirinya sendiri, tetapi seiring dengan memburuknya penyakit, ucapan utama menjadi tumpul dan kaku, dan ada kesulitan bahasa (misalnya, kata-kata kosong, ketidakmampuan untuk menyebutkan nama benda-benda individual), gangguan perilaku dan berkurangnya rentang aktivitas. Pasien tidak dapat mempelajari pengetahuan atau keterampilan baru, atau berpikir atau menghitung secara abstrak. Kedua, pada tahap menengah (gangguan mental), seiring dengan perkembangan kondisinya, banyak pasien akan mengunjungi rumah sakit. Selain penurunan daya ingat dan kecerdasan, juga terjadi kehilangan konsentrasi, lupa makan tanpa disuapi, lupa waktu dan tempat, meningkatnya kesulitan dalam perhitungan, ketidakmampuan untuk mengekspresikan diri secara verbal (afasia), kecanggungan gerakan dan ketidakmampuan untuk menggunakan alat (disfungsi). Secara mental, ia mungkin menjadi linglung, tanpa ekspresi, berhalusinasi, misalnya, ia sering mendengar orang berbicara dengannya di luar jendela, dan bergantung pada orang lain untuk perawatan. Pasien cenderung marah-marah, berteriak-teriak, perilaku agresif, berkeliaran secara membabi buta, makan berlebihan, bermain api, tersesat, membuat suara-suara di tengah malam, depresi, malas, dan secara bertahap menjadi lebih kabur tentang apa yang terjadi di sekitarnya. Semua gejala ini sangat bervariasi dari satu orang ke orang lain. Pasien dalam tahap ini tidak mampu merawat dirinya sendiri dan memerlukan pengawasan jangka panjang, sehingga beban perawat menjadi tinggi. Pada tahap akhir (demensia berat), pasien kehilangan kemampuan untuk mengenali teman dan kerabat atau hanya bisa mengenali satu atau dua orang terdekatnya, dan hanya bisa mengeluarkan suara-suara yang bukan kata-kata seperti rintihan atau jeritan, sulit bergerak, mudah jatuh, mengompol, dan bahkan terbaring di tempat tidur sepenuhnya. Pasien benar-benar kehilangan kemampuan untuk merawat diri mereka sendiri dalam kehidupan sehari-hari, perawatan menjadi semakin sulit dan membutuhkan bantuan, dan pasien sering kali berakhir dengan kematian akibat berbagai komplikasi (misalnya, infeksi paru-paru, luka di tempat tidur, patah tulang, dll.). Selain itu, banyak ahli telah mengembangkan skala yang lebih rinci untuk menilai penyakit ini (demensia), yang lebih umum digunakan adalah Skala Penilaian Demensia Klinis (CDR).