Pelatihan fungsional untuk kehidupan sehari-hari bagi pasien dengan penyakit Alzheimer

  Fungsi hidup sehari-hari dalam konteks ini mengacu pada kegiatan yang diperlukan seseorang untuk mempertahankan hidup sehari-hari, yang penting untuk perawatan diri dan menjaga kesehatan, dan terutama mencakup kemampuan untuk merawat diri sendiri secara fisik (berpakaian, menyikat gigi, berjalan, mencuci dan kontinensia, dll.) dan kemampuan dasar untuk menggunakan alat sehari-hari (membuat panggilan telepon, bepergian dengan mobil, menggunakan uang dan menyapu lantai, dll.). Gangguan dalam penggunaan alat sehari-hari biasanya dimulai dan berkembang menjadi gangguan dalam perawatan diri somatik. Pada tahap awal gangguan, tidak ada masalah dengan fungsi sehari-hari; pada tahap tengah, gangguan terutama bersifat parsial; pada tahap akhir, ada kehilangan total, seolah-olah pada bayi. Tujuan pelatihan fungsi sehari-hari: pada tahap awal adalah mempertahankan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari; pada tahap menengah adalah meningkatkan atau memperbaiki kemampuan untuk merawat diri sendiri dan memperkuat kepercayaan diri dalam hidup mandiri; pada tahap akhir adalah memulihkan fungsi kehidupan dasar. Oleh karena itu, pelatihan fungsi sehari-hari harus dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan penyakitnya.  1. Pasien tahap awal Bagi pasien yang masih bisa mengurus diri sendiri pada tahap awal kehidupan, mereka harus didesak dan diingatkan untuk berinisiatif menyelesaikan tugas sehari-hari, alih-alih hanya mengurus mereka, mereka juga dapat berdiskusi dengan pasien dan merumuskan kegiatan pekerjaan rumah yang bertujuan dan dipilih yang berguna dalam mempromosikan fungsi sehari-hari, dan menetapkan jadwal harian untuk penyelesaian, yang dikenal sebagai “pekerjaan rumah”. Misalnya, jumlah dan durasi menyapu, mengepel lantai dan mencuci pakaian setiap hari, bisa ditetapkan. Dari pelatihan fungsional harian yang sederhana hingga kompleks, pasien dapat mempertahankan kemampuan perawatan diri yang lebih lengkap dan mandiri.  2.Pasien jangka menengah Selain terapi pekerjaan rumah di atas, pelatihan juga dapat digunakan untuk mengembalikan beberapa keterampilan hidup mereka yang hilang. Apapun yang mampu dilakukan pasien secara mandiri, berikan waktu yang cukup bagi pasien untuk menyelesaikannya tanpa terburu-buru untuk menyelesaikannya pada waktu yang terbatas, seperti mencuci muka, menggosok gigi, menyisir rambut, makan, merapikan kamar, dan melakukan kebersihan diri. Cobalah untuk membiarkannya melakukan sebanyak mungkin tugas yang bisa dilakukannya, seperti menyapu lantai dan membersihkan meja. Anda juga bisa melakukan beberapa aktivitas mental yang berguna seperti berbicara, membaca koran, menonton TV dan mendengarkan musik. Kemampuan hidup sehari-hari yang hilang dapat dilatih dengan cara mengingatkan, mengajarkan, dan melakukan secara berulang-ulang, hari demi hari, hingga dipelajari. Kesabaran dan antusiasme harus digunakan selama pelatihan, jangan pernah menegur atau bahkan mengejek, agar tidak melukai harga diri pasien dan menolak pelatihan di masa mendatang.  Pasien-pasien ini sangat terganggu dalam keterampilan hidup sehari-hari dan sulit untuk dilatih. Untuk beberapa pasien yang masih memiliki keterampilan hidup sehari-hari dan masih mampu bekerja sama, pelatihan harus dimulai dengan fungsi hidup sehari-hari yang mendasar. Pelatihan yang berulang-ulang dan jangka panjang (makan, berpakaian, berjalan dan menyikat gigi, dll.) diperlukan untuk mencapai hasil tertentu. Misalnya, langkah-langkah pemberian makan dapat dibagi menjadi tiga langkah: memberi makan, memberi makan sendiri dan makan bersama, dan memberi makan sendiri. Misalnya, sendok kecil berisi nasi, bisa diantarkan dengan terampil ke mulut pasien terlebih dahulu, kemudian ke mulut pasien, diikuti dengan latihan menyendok dan memegang sendok. Apabila seluruh prosedur pemberian makan telah dikuasai, pasien kemudian dapat belajar memegang sendok, menyendok makanan ke dalam mangkuk, mengantarkan sendok ke mulut pasien, dan kemudian mengantarkannya ke mulut.  Demikian pula, prosedur melatih pasien untuk buang air kecil dan buang air besar adalah: (1) Beritahu pasien untuk pergi ke toilet atau spittoon untuk buang air; (2) Bawa pasien ke toilet atau minta dia untuk buang air kecil dan buang air besar di atas spittoon; (3) Setelah melalui prosedur di atas, pasien dapat buang air kecil dan buang air besar di toilet atau spittoon; (4) Biarkan pasien pergi ke toilet atau duduk di atas spittoon sepenuhnya sendiri dan dapat buang air kecil dan buang air besar secara mandiri; (5) Mampu menjaga agar tidak mengompol saat tidur.