LATAR BELAKANG: Penggunaan antipsikotik atipikal dalam praktik klinis BPD semakin meningkat, dan literatur yang mendukung keefektifannya kecil tetapi terus berkembang. Artikel ini melaporkan hasil dari studi olanzapine double-blind, terkontrol plasebo dalam pengobatan BPD. METODE: Empat puluh pasien (25 wanita, 15 pria) dengan BPD diacak secara merata untuk menerima pengobatan olanzapine dan plasebo. Diagnosis dibuat dengan menggunakan Wawancara Klinis Terstruktur untuk DSM (SCID) dan Wawancara Neuropsikiatri Mini-Internasional, manual diagnostik dan statistik untuk gangguan kejiwaan untuk DSM-IV axis IIPD. Pengecualian adalah skizofrenia, gangguan bipolar atau gangguan depresi mayor saat ini. Dosis Olanzapine bervariasi dan berkisar antara 2,5 hingga 20 mg/hari, dengan sebagian besar antara 5 dan 10 mg/hari. Tidak ada kombinasi obat psikotropika yang diperbolehkan. Pasien dinilai pada awal dan pada 2, 4, 8 dan 12 minggu. Hasil utama yang diukur adalah perubahan skor total pada 9 kriteria BPD dari skala Likert 1-7 dan skala Clinical Global Impressions yang dimodifikasi untuk gangguan kepribadian borderline (CGI-BPD), dengan skor awal digunakan sebagai kovariat untuk analisis kovarians. Data dikumpulkan dari bulan Juli 2000 hingga April 2002. Hasil: Skor CGI-BPD secara signifikan lebih baik pada kelompok olanzapine daripada kelompok plasebo pada akhir penelitian (p < .05), dengan perbedaan yang terlihat pada 4 minggu sebelumnya. Hasil individu CGI serupa. Pertambahan berat badan secara signifikan lebih besar pada kelompok olanzapine (p = .027). KESIMPULAN: Hasil penelitian ini mendukung efektivitas olanzapine dalam mengobati sampel campuran pria dan wanita dengan BPD. Studi lebih lanjut diperlukan untuk membandingkan olanzapine dengan antipsikotik atipikal lainnya.