Jangan meremehkan nyeri punggung bawah!

  Osteoporosis adalah hal yang umum, tetapi orang sering tidak menganggapnya cukup serius. Saat ini, kejadian osteoporosis semakin meningkat. Nyeri punggung bawah adalah salah satu gejala utama osteoporosis, dan bagi mereka yang lebih tua, penting untuk lebih memperhatikan “masalah kecil” seperti nyeri punggung bawah, karena Anda dapat mematahkan tulang jika Anda bersin!  I. Apa penyebab nyeri punggung bawah?  1, penyakit ortopedi, seperti: osteoporosis dan patah tulang vertebra torakolumbal yang diakibatkannya, hiperplasia dan degenerasi tulang dan sendi tulang belakang, herniasi diskus lumbal, stenosis tulang belakang, ketegangan kronis pada punggung bawah, dll.  2, penyakit sistem pernafasan, seperti: kanker paru-paru, radang selaput dada, dapat menyebabkan rasa sakit di area kuku bahu belakang dan samping. Jangan meremehkan nyeri punggung bawah 3, penyakit kardiovaskular, seperti: angina pectoris, aneurisma aorta.  4, penyakit sistem pencernaan, ulkus gastroduodenal, pankreatitis.  5, penyakit sistem kemih, seperti: tumor kemih, batu.  6. Prostatitis dan kanker prostat pada pria; adnexitis, prolaps uterus, dan penyakit radang panggul pada wanita, yang juga dapat menyebabkan nyeri lumbosakral.  Oleh karena itu, begitu Anda menemukan nyeri punggung bawah, segera cari pertolongan medis untuk mengklarifikasi penyebabnya dan mengobati penyebabnya.  Kedua, apa saja gejala osteoporosis selain rasa nyeri?  1. Kelainan bentuk tulang belakang: pemendekan tinggi badan (pada usia 60-an dan 70-an, tinggi badan 5-10 cm lebih pendek daripada ketika Anda masih muda, atau bahkan lebih), bungkuk, gejala-gejala ini biasanya muncul setelah rasa sakit berlalu.  2. Patah tulang: Patah tulang osteoporosis yang paling umum adalah patah tulang pinggul, patah tulang leher femur, dan patah tulang intertrochanteric femur. Nyeri punggung bawah bisa disebabkan oleh fraktur pasca kompresi vertebra torakolumbal; yang lainnya termasuk fraktur radius distal, fraktur pergelangan tangan, dan fraktur humerus proksimal.  Ini semua dapat berupa patah tulang yang terjadi dengan kekuatan yang sangat kecil dalam kehidupan sehari-hari; membuka jendela, memegang cangkir, atau bahkan bersin dapat menyebabkan patah tulang osteoporotik.  Jika Anda menduga bahwa Anda menderita osteoporosis, lakukan tes kepadatan tulang di rumah sakit. Diagnosis osteoporosis dapat dipastikan dengan memenuhi salah satu dari dua kriteria diagnostik: nilai T di bawah -2,5 atau mengalami fraktur fragilitas (fraktur yang disebabkan oleh tidak ada trauma atau trauma ringan).