Perkembangan nefroblastoma pediatrik memiliki predisposisi genetik. Dengan mengacu pada pendekatan umum untuk pencegahan tumor, memahami faktor risiko tumor dan mengembangkan strategi pengendalian yang tepat dapat mengurangi risiko tumor. Ada 2 petunjuk dasar untuk mencegah perkembangan tumor, yang dapat membantu tubuh untuk meningkatkan daya tahannya bahkan ketika tumor sudah mulai terbentuk di dalam tubuh, dan strategi-strategi ini diuraikan di bawah ini: 1. Penghindaran zat-zat berbahaya (faktor pemicu kanker) Beberapa faktor yang terkait dengan perkembangan tumor dapat dicegah sebelum tumor tersebut berkembang. Laporan AS tahun 1988 yang membandingkan kondisi-kondisi yang berhubungan dengan keganasan internasional secara rinci menunjukkan bahwa banyak keganasan yang diketahui memiliki faktor eksternal yang pada prinsipnya dapat dicegah, yaitu sekitar 80% keganasan dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup yang sederhana. Kembali lebih jauh ke belakang, sebuah studi oleh Dr Higginson pada tahun 1969 menyimpulkan bahwa 90 persen keganasan disebabkan oleh faktor lingkungan. “Faktor lingkungan” dan “gaya hidup” mengacu pada udara yang kita hirup, air yang kita minum, makanan yang kita pilih untuk dibuat, kebiasaan dan hubungan sosial kita. Kita harus fokus pada peningkatan faktor-faktor yang berkaitan erat dengan kehidupan kita, seperti berhenti merokok, makan dengan benar, berolahraga secara teratur dan mengurangi berat badan. Siapa pun yang mengikuti praktik-praktik gaya hidup yang sederhana dan masuk akal ini dapat mengurangi peluang mereka terkena kanker. Hal yang paling penting untuk meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh adalah diet, olahraga, dan mengendalikan rasa khawatir, dan pilihan gaya hidup yang sehat dapat membantu mencegah kanker. Mempertahankan kondisi emosi yang baik dan aktivitas fisik yang sesuai akan menjaga sistem kekebalan tubuh tetap prima, yang sama bermanfaatnya dalam mencegah tumor seperti halnya dalam mencegah penyakit lainnya. Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa aktivitas yang tepat tidak hanya memperkuat sistem kekebalan tubuh, tetapi juga mengurangi kejadian kanker usus besar dengan meningkatkan gerak peristaltik sistem usus tubuh. Di sini, kita akan fokus pada beberapa aspek diet dalam mencegah perkembangan tumor. Vitamin A berperan penting dalam mengurangi risiko kanker Penelitian epidemiologi manusia dan hewan telah menunjukkan bahwa vitamin A berperan penting dalam mengurangi risiko kanker. Vitamin A mendukung selaput lendir dan penglihatan normal, dan secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam sebagian besar fungsi jaringan dalam tubuh. Vitamin A ditemukan dalam jaringan hewan seperti hati, telur utuh dan susu murni, dan pada tanaman dalam bentuk beta-karoten dan karotenoid, yang diubah menjadi vitamin A dalam tubuh manusia. Penelitian telah menunjukkan bahwa mereka yang memiliki asupan vitamin A dalam darah yang rendah berada pada peningkatan risiko kanker paru-paru, dan bagi perokok yang memiliki asupan vitamin A dalam darah yang rendah memiliki kemungkinan dua kali lipat untuk mengembangkan kanker paru-paru. Vitamin A dan campurannya dapat membantu menghilangkan radikal bebas dari tubuh (yang dapat menyebabkan kerusakan pada materi genetik) dan kedua merangsang sistem kekebalan tubuh dan membantu diferensiasi sel dalam tubuh untuk mengembangkan jaringan yang teratur (sedangkan tumor ditandai dengan gangguan). Beberapa teori menunjukkan bahwa vitamin A dapat membantu sel-sel yang telah bermutasi oleh serangan karsinogenik awal untuk membalikkan diri mereka sendiri dan menjadi sel pertumbuhan normal. Saat ini, terdapat minat yang luas dalam studi fitokimia, zat kimia yang ditemukan dalam tanaman, termasuk vitamin dan zat lain yang ditemukan dalam tanaman. Ribuan bahan kimia yang ditemukan pada tanaman telah diidentifikasi, banyak di antaranya memiliki sifat anti-kanker. Mekanisme perlindungan bahan kimia ini tidak hanya mengurangi aktivitas karsinogen, tetapi juga memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap karsinogen. Misalnya, secangkir kangkung hanya mengandung 50mg vitamin C dan 13U vitamin E, tetapi aktivitas antioksidannya setara dengan 800mg vitamin C dan 1100U vitamin E. Dapat disimpulkan bahwa efek antioksidan buah dan sayuran jauh lebih besar daripada vitamin yang kita kenal. Efeknya jauh lebih kuat daripada vitamin yang kita kenal. Tidak diragukan lagi bahwa produk tanaman alami akan membantu dalam upaya pencegahan kanker di masa depan.