Dapatkah saya melakukan vaksinasi sebelum dan sesudah operasi?

  Tujuan vaksinasi adalah untuk melindungi organisme manusia dari penyakit menular tertentu dengan cara menginokulasikannya dengan vaksin, vaksin atau toksoid. Melalui respons kekebalan tubuh, tubuh dibuat kebal terhadap penyakit-penyakit menular ini dan kemungkinan tertular penyakit-penyakit tersebut dapat dihindari atau dikurangi. Vaksinasi itu sendiri tidak menyebabkan perkembangan lebih lanjut dari malformasi jantung, tetapi beberapa reaksi dengan tingkat keparahan yang bervariasi dapat terjadi setelah vaksinasi tertentu. Secara umum, reaksi lokal tidak berpengaruh pada fungsi jantung, sementara beberapa reaksi sistemik (misalnya demam) dapat meningkatkan beban pada jantung. Oleh karena itu, vaksinasi umum tidak dianjurkan untuk anak-anak dengan penyakit jantung bawaan yang biasanya memiliki fungsi jantung yang buruk, terutama jika mereka sering mengalami gagal jantung atau mengalami gagal jantung kronis. Namun, anak-anak yang biasanya memiliki fungsi jantung yang baik dan toleransi aktivitas yang baik dapat divaksinasi. Untuk anak-anak yang sedang mempersiapkan diri untuk operasi, sebaiknya hindari vaksinasi selama 1 bulan sebelum operasi untuk mencegah reaksi yang merugikan akibat sistem kekebalan tubuh yang tertekan akibat syok bedah.  Vaksinasi dapat dilanjutkan 3 bulan setelah pembedahan untuk anak-anak yang menjalani sirkulasi ekstrakorporeal, dan 1 bulan setelah pembedahan intervensi, setelah fungsi jantung kembali normal. Anak-anak yang belum divaksinasi seperti yang direncanakan sebelum operasi karena fungsi jantung atau masalah lain harus mengikuti prosedur vaksinasi untuk melengkapi bagian yang hilang. Untuk anak-anak yang telah menjalani operasi paliatif, jika fungsi jantung mereka masih buruk setelah operasi, atau jika kelainan bentuk jantung masih terlihat jelas, keputusan untuk memberikan vaksinasi harus dibuat berdasarkan kasus per kasus.  Oleh karena itu, masalah vaksinasi untuk anak-anak dengan penyakit jantung bawaan harus dianalisis berdasarkan kasus per kasus, dan tidak benar untuk mengatakan bahwa tidak ada vaksinasi sama sekali. Indikasi spesifik dapat dikendalikan oleh staf vaksinasi.