Bagi kebanyakan orang, kanker adalah topik yang menakutkan, tetapi sebagian besar kanker ginekologi dapat dicegah dan diobati. Sebagai contoh, kanker serviks adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi HPV. Bahkan jika infeksi tidak terdeteksi pada tahap awal dan menyebabkan neoplasia intraepitel serviks, TCT (sitologi berbasis cairan serviks) dapat menyaring kelainan dan kolposkopi lebih lanjut dapat mengklarifikasinya. Kanker endometrium, misalnya, selalu didahului oleh perdarahan abnormal. Pemeriksaan sitologi atau histologi endometrium yang tepat waktu juga dapat mendeteksi kecenderungan atau kemungkinan terjadinya kanker. Bahkan jika kanker benar-benar terjadi, operasi laparoskopi tidak akan mencegah pasien untuk hidup selama kanker masih dalam tahap awal. Ketiga, kolposkopi juga dapat mendeteksi lesi prakanker pada tahap awal kanker vulvovaginal. Namun, pasien sering kali terlalu malu untuk melakukan konsultasi dini dan menunda diagnosis. Keempat, tumor trofoblas ganas adalah kelompok kanker yang dapat dengan mudah dideteksi, didiagnosis, dan diobati secara dini, dengan tingkat kesembuhan lebih dari 80%. Kelima, diagnosis dini kanker ovarium dan tuba falopi sering kali dilakukan selama operasi ginekologi lainnya. Oleh karena itu, “laparoskopi lubang jarum” juga disarankan agar dapat diterima oleh semua orang.