Adalah fakta bahwa sekitar dua pertiga anak dengan ADHD tidak hanya memiliki masalah perhatian dan mobilitas, tetapi juga masalah psiko-perilaku lainnya yang disebut komorbiditas. ADHD dengan gangguan penyerta dapat lebih sulit diobati, dan terkadang diperlukan penanganan gangguan penyerta bersamaan dengan pengobatan atau perawatan psikologis lainnya. Gangguan ADHD yang umum terjadi bersamaan meliputi: Gangguan Menentang Oposisi: Menantang otoritas, sengaja tidak mematuhi orang dewasa, dan kecenderungan untuk memprovokasi orang lain. Gangguan perilaku: masalah perilaku menjadi lebih menonjol dan nyata, dengan seringnya menentang aturan sosial, mencuri, membolos, berkelahi, dan kekejaman terhadap hewan kecil. Masalah emosional: selalu khawatir, banyak berpikir dan cemas; atau selalu bermuram durja, tidak bahagia dalam waktu yang lama karena hal-hal kecil. Sindrom Tourette: gerakan otot-otot tertentu yang tidak disengaja, seperti berkedip, mengendus, cemberut, mengangguk, menggelengkan kepala, mengangkat bahu, mengibaskan tangan, atau membuat suku kata tertentu yang tetap.