Apa yang harus dilakukan terhadap aterosklerosis tungkai bawah dan penyakit oklusi

Penyakit aterosklerosis-oklusif tungkai bawah (ASO) adalah penyakit arteri serius yang umumnya terlihat pada unit vaskulitis. Ini adalah manifestasi lokal aterosklerosis sistemik pada tungkai, yang merupakan perubahan degeneratif dan proliferatif pada intima dan lapisan tengah arteri, menyebabkan dinding pembuluh darah mengeras, menyusut dan kehilangan elastisitas, yang mengakibatkan penurunan progresif atau gangguan aliran darah distal akibat trombosis. Penyakit ini paling sering terjadi pada tungkai bawah dan paling sering terjadi pada pria paruh baya dan lebih tua di atas usia 45 tahun, dengan peningkatan insiden yang progresif. Hipertensi, diabetes melitus, merokok dan hiperlipidemia adalah empat faktor risiko utama. Manifestasi klinis: Tungkai bawah adalah yang paling umum. Gangguan suplai darah menyebabkan rasa dingin, mati rasa dan klaudikasio intermiten pada tungkai bawah, yaitu mati rasa, nyeri dan bahkan kejang pada otot gastrocnemius saat berjalan, yang menghilang setelah beristirahat dan muncul kembali saat berjalan lagi; pada kasus yang parah, dapat timbul rasa nyeri yang menetap dan arteri pada tungkai bawah, terutama arteri dorsalis pedis, dapat melemah atau menghilang. Oklusi arteri yang parah dapat menyebabkan ulserasi dan nekrosis kaki. Etiologi: Penyebab dan mekanisme penyakit ini belum sepenuhnya dipahami. Hiperlipidemia, hipertensi, merokok, diabetes, obesitas, keturunan, stres yang berlebihan (stres pekerjaan dan kehidupan), usia (pria >45 tahun, wanita >55 tahun) dan ketidakteraturan dalam hidup merupakan faktor risiko. Pencegahan: 1. Diet: Hindari makan terlalu banyak makanan yang kaya kolesterol, seperti otak sapi (babi), kuning telur, belut, hati, sotong, dll. Untuk menambah protein, makanlah makanan rendah kolesterol seperti daging babi tanpa lemak (daging sapi), daging ayam (bebek), putih telur, susu, dll. Minyak kacang dan minyak kelapa juga harus dihindari karena keduanya mendorong pembentukan aterosklerosis. Dan batasi diet gula Anda dan makan lebih banyak makanan kaya vitamin seperti sayuran dan buah-buahan serta makanan kaya protein seperti daging tanpa lemak, kacang-kacangan dan produk kedelai. Hindari makan makanan pedas dan merangsang, tidak ada alkohol, tidak ada cabai, tidak ada daging kambing atau daging anjing. 2, aktivitas fisik: berpartisipasi dalam aktivitas fisik tertentu untuk mencegah obesitas, melatih fungsi sistem peredaran darah dan mengatur metabolisme lipid yang bermanfaat, merupakan langkah positif untuk mencegah penyakit ini. 3, pengaturan yang wajar untuk hidup: harus memperhatikan kombinasi kerja dan istirahat, cobalah untuk menghindari kegembiraan emosional, hidup harus teratur, menjaga suasana hati yang bahagia. 4, lainnya: menjauhkan diri dari alkohol; mencegah trauma; mencegah dingin dan tetap hangat: pasien yang menderita aterosklerosis dan penyakit oklusif harus mengenakan pakaian katun satu musim lebih awal dari orang normal, dan memakai sepatu yang nyaman dan longgar, bukan sepatu yang meremas kaki.