1. Berhenti merokok (1) Konseling berhenti merokok: ini termasuk pendidikan mandiri (membaca, audio-visual, dan materi publisitas terkait) dan konseling psikologis individu dan kelompok. Namun, metode yang paling efektif adalah konseling empat mata antara petugas kesehatan dan perokok, atau konseling kolektif yang terdiri dari beberapa petugas kesehatan. Secara umum, semakin banyak sesi konseling dan semakin lama jangka waktunya, semakin tinggi tingkat keberhasilannya, dan umumnya 4-7 sesi adalah yang paling efektif. (2) Penghentian secara farmakologis: Saat ini, terapi pengganti nikotin adalah yang paling banyak digunakan. Rute pemberiannya meliputi transoral (jenis permen karet), transdermal (pasta), dan transnasal (aerosol). Kombinasi antara terapi obat dan konseling perilaku direkomendasikan. (2) Pengendalian berat badan (1) Membujuk orang yang kelebihan berat badan dan obesitas untuk mengurangi berat badannya dengan menerapkan gaya hidup sehat dan meningkatkan aktivitas fisik untuk mengurangi risiko stroke. (2) Target indeks massa tubuh (BMI) pada 18,5C24,0kg / m2, dengan lingkar pinggang <90cm untuk pria dan <80cm untuk wanita; Metode perhitungan BMI: berat badan (kg) / tinggi badan (m2). 3, pola makan yang wajar Promosikan makan lebih banyak sayuran, buah-buahan, sereal dalam jumlah sedang, susu, kacang-kacangan dan daging, dll., Sehingga asupan energi dan konsumsi mencapai keseimbangan. Batasi asupan daging merah, kurangi asupan lemak jenuh (<10% / total kalori) dan kolesterol (<300mg / hari); batasi asupan garam (<6g / hari). 4, latihan fisik Meningkatkan aktivitas fisik secara teratur dan moderat adalah bagian penting dari gaya hidup sehat. Orang dewasa harus melakukan aktivitas fisik sedang setidaknya tiga kali seminggu dengan rata-rata tidak kurang dari 30 menit sehari (misalnya, jalan cepat, joging, atau latihan metabolisme aerobik lainnya).