Bagaimana penyakit oklusi aterosklerotik pada tungkai bawah didiagnosis dan diobati?

Penyakit oklusi aterosklerotik tungkai bawah (PAD) disebabkan oleh pembentukan plak aterosklerotik pada arteri tungkai bawah, yang mengakibatkan penyempitan dan penyumbatan pada arteri tungkai bawah, yang pada gilirannya menyebabkan iskemia kronis pada tungkai. Insiden penyakit oklusi aterosklerotik tungkai bawah meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan meningkatnya standar hidup masyarakat secara keseluruhan dan bertambahnya usia. Survei epidemiologi menunjukkan bahwa merokok, diabetes, hiperlipidemia, hipertensi, hiperhomosisteinemia, hiperkoagulabilitas, peningkatan viskositas darah, dan usia lanjut merupakan faktor risiko penyakit oklusif aterosklerotik tungkai bawah. Merokok dan diabetes mellitus adalah yang paling berbahaya, yang keduanya meningkatkan kejadian penyakit arteri perifer sebanyak tiga hingga empat kali lipat, dan kombinasi keduanya meningkatkan risiko lebih besar lagi. Hiperlipidemia, terutama peningkatan kolesterol LDL darah, berkaitan erat dengan perkembangan aterosklerosis di banyak bagian tubuh. Deteksi dan pengendalian faktor risiko yang menyebabkan aterosklerosis secara tepat waktu dapat memperlambat proses aterosklerosis dan mengurangi risiko penyakit oklusi aterosklerotik tungkai bawah. Karena gejala iskemia dini tidak cukup khas, pasien tidak boleh mendiagnosis dan mengobati sendiri, yang di satu sisi akan menunda kondisi, dan di sisi lain penyalahgunaan obat juga akan membahayakan tubuh. Pasien harus pergi ke dokter spesialis bedah vaskular untuk memastikan diagnosis melalui tes ilmiah, seperti analisis aliran darah ekstremitas bawah non-invasif, USG arteri ekstremitas bawah, serta CT dan Magnetic Resonance Imaging (MRI), dan lain-lain, yang dapat membantu menentukan adanya stenosis dan penyumbatan pada arteri ekstremitas. Jika perlu, dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani arteriografi, yang saat ini merupakan “standar emas” untuk diagnosis penyakit oklusi aterosklerotik pada tungkai bawah. Karena darah tidak muncul di bawah radiasi, maka dilakukan dengan cara intervensi dengan terlebih dahulu membuat sayatan kecil di pangkal paha pasien, kemudian memasukkan bahan khusus (kateter, kawat pemandu), menyuntikkan zat kontras yang muncul di bawah radiasi ke dalam pembuluh darah, menggunakan peralatan pencitraan untuk menampilkan pembuluh darah dan cabang-cabangnya, dan secara akurat menampilkan lokasi dan luas lesi pada pembuluh darah, serta perubahan dinamika aliran darah, dan keadaan penyumbatan aliran distal, yang disebut “angiografi”. Arteriografi adalah metode pemeriksaan vaskular yang umum digunakan, dan hasilnya memiliki nilai referensi yang penting untuk pemilihan perawatan lebih lanjut.