Pertimbangan perioperatif pada penyakit oklusi aterosklerotik

Penyakit oklusi arteriosklerosis Tindakan pencegahan pra operasi: 1, perhatikan anggota tubuh yang terkena agar tetap hangat, hindari rangsangan dingin dan hangat. 2 . Latihan berjalan, untuk memfasilitasi pembentukan sirkulasi anggota tubuh lateral, perhatikan keselamatan. 3. Rendam kaki dalam air hangat dan kenakan sepatu dan kaus kaki longgar. 4 . Ketika anggota tubuh yang terkena patah, perhatian harus diberikan untuk menjaga kebersihan. Saat kulit gatal, jangan menggaruk dengan tangan untuk mencegah garukan. 5, rasa sakit pada anggota tubuh yang terkena, tidak bisa tidur di malam hari, beri tahu staf medis. 6 . Berhenti merokok dan minum. 7 . Pasien berlatih buang air kecil dan buang air besar di tempat tidur. Tindakan pencegahan pasca operasi: setelah pemasangan stent: 1, pengereman anggota tubuh yang terkena, posisi berbaring selama 24 jam. 2, pasca operasi harus minum air dalam jumlah yang sesuai. 3. Minta pasien untuk buang air besar di tempat tidur. 4 . Jika ada ketidaknyamanan, beri tahu staf medis tepat waktu. Setelah pengalihan pembuluh darah buatan: 1, istirahat di tempat tidur, ikuti instruksi dokter untuk bangun dari tempat tidur. Hindari tekanan pada lokasi pembuluh darah yang ditransplantasikan dan jangan duduk atau berdiri dalam waktu lama. 3 . Kenakan pakaian dan celana panjang yang longgar serta sepatu dan kaus kaki. 4 .Pasien harus segera memberi tahu dokter dan perawat jika mengalami diare. Banyak minum air putih. 5, ikuti petunjuk dokter untuk minum obat tepat waktu, jangan berhenti minum obat, tinjauan rutin, tindak lanjut ketidaknyamanan. 6. Pelajari pemeriksaan sendiri denyut nadi.