Dengan meluasnya perkembangan bedah mikro dan munculnya peralatan dan instrumen bedah, serta meningkatnya pengalaman para ahli bedah, pembedahan untuk glioma pada area fungsional yang penting kini semakin sering dilakukan. Sebagai contoh, MRI intraoperatif, ultrasonografi intraoperatif, pemantauan neurofisiologis intraoperatif, dan anestesi bangun intraoperatif memfasilitasi pengangkatan tumor di area fungsional dengan dampak minimal terhadap fungsi neurologis. Selain itu, PET-CT pra operasi dan pencitraan khusus MRI memfasilitasi pengangkatan glioma di area fungsional. Selain itu, glioma batang otak selalu dianggap tidak dapat dioperasi karena batang otak adalah pusat vital yang penting dari tubuh manusia, dan pembedahan sangat berisiko dan dulunya dianggap sebagai area terlarang untuk pembedahan otak. Prognosis untuk beberapa pasien baik. Namun, jika tumor berada jauh di dalam batang otak dan relatif kecil, reseksi bedah dapat menyebabkan kerusakan parah pada batang otak dan dapat mengakibatkan komplikasi serius, bahkan mengancam nyawa pasien. Benarkah semakin ganas tumor, semakin penting untuk memotongnya hingga bersih? Pada prinsipnya, semakin bersih glioma, semakin baik. Namun, pada beberapa kasus terdapat keterbatasan, terutama pada glioma ganas, terutama glioblastoma, di mana penelitian telah menunjukkan bahwa sel tumor masih dapat ditemukan di 5 cm terluar dari lesi yang terlokalisasi, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan eksisi lengkap. Eksisi total yang dipaksakan akan mengakibatkan disfungsi neurologis permanen dan bahkan konsekuensi yang mengancam jiwa pasien. Tentu saja, tumor di area non-fungsional dapat diperbesar secara moderat untuk reseksi tanpa memengaruhi fungsi pasien. Apa cara terbaik untuk mengangkat glioma yang tidak dibatasi dengan jelas dari jaringan saraf di sekitarnya? Semua tumor intrakranial kini dapat dilakukan bedah mikro, di mana tumor diangkat dengan mikroskop dan dikombinasikan dengan MRI intraoperatif, USG, neurofisiologi, dan peralatan pemeriksaan lainnya untuk memisahkan dan mengangkat tumor di sepanjang sulkus serebral dan bundel serabut saraf, sehingga dapat meminimalkan kerusakan saraf. Apakah mungkin untuk menentukan apakah tumor siap untuk eksisi total sebelum pembedahan? Apakah akan ada perubahan selama operasi? Penilaian pra-operasi dilakukan untuk menentukan lokasi dan tingkat tumor, dengan mempertimbangkan data pencitraan, untuk menentukan rencana pembedahan. Jika tumor berada di area yang relatif non-fungsional dan tingkat tumornya rendah, diharapkan reseksi tumor secara menyeluruh dapat dilakukan; jika tumor berada di area fungsional yang vital, dalam, dan bermutu tinggi, maka reseksi menyeluruh sangat sulit dilakukan dan hanya dapat dilakukan semaksimal mungkin dengan aman.