Cara Merehabilitasi Psikologis untuk Alzheimer

1, pelatihan latihan rehabilitasi, termasuk pelatihan latihan teka-teki geriatri, latihan gerakan sendi besar seluruh tubuh dan gerakan jari, dll.; 2, pelatihan musik sesuai dengan situasi spesifik pasien yang ditargetkan untuk memainkan musik yang lembut, menenangkan atau mengasyikkan, atau melantunkan lagu-lagu yang akrab dengan pasien; 3, pelatihan fungsi kognitif, termasuk pelatihan orientasi waktu, pemahaman bahasa, pelatihan kemampuan reaksi motorik, pelatihan kemampuan numerik, pelatihan ingatan terkini, Pelatihan tindakan perilaku, dll. Pelatihan orientasi waktu. Gunakan kartu tanggal, hari dalam seminggu, bulan dan musim untuk melatih kemampuan pasien dalam menilai tanggal, hari dalam seminggu, bulan, musim dan konsep temporal lainnya. Pemahaman bahasa dan pelatihan respons motorik. Sesuai dengan tingkat intelektual pasien, gunakan bahasa untuk meminta pasien melakukan gerakan sederhana, gerakan dari yang sederhana ke yang kompleks, langkah demi langkah, seperti: tolong anggukkan kepala, tolong tutup mata, tolong kepalkan tangan dan sebagainya. ③ Latihan kemampuan menghitung. Pilihlah perhitungan yang sederhana, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian angka satu digit, angka sepuluh digit dan angka seratus digit, dan lanjutkan selangkah demi selangkah sesuai dengan tingkat intelektual pasien. Pelatihan memori. Gunakan gambar berwarna-warni agar pasien dapat mengidentifikasinya terlebih dahulu, lalu biarkan pasien mengulangi dan mengingatnya kembali setelah beberapa menit untuk melatih ingatan jangka pendek pasien; atau kumpulkan informasi dan foto-foto tahun-tahun sebelumnya untuk membantu pasien mengingat kembali kejadian-kejadian di masa lampau dan melatih ingatan jangka panjang pasien. ⑤ Pelatihan tindakan perilaku. Termasuk origami sederhana, teka-teki dan pelatihan manik-manik, dll.; 4. Pengkondisian psikologis Penyakit ini sebagian besar dipengaruhi oleh depresi, kesedihan dan kemarahan serta kompleksitas buruk lainnya, jadi kita harus memahami kondisi pikiran pasien, mempengaruhi pasien dengan bahasa, ekspresi, sikap dan perilaku yang baik, dan membangun hubungan dokter-pasien yang saling percaya untuk membantu pasien menyesuaikan kondisi pikiran yang buruk, mendorong kesembuhan penyakit, dan meningkatkan kualitas hidup. Selain itu, keharmonisan keluarga dan rasa bakti kepada orang tua juga memiliki pengaruh yang baik terhadap emosi pasien. Oleh karena itu, perlu dilakukan pekerjaan ideologis yang baik dari anggota keluarga pasien dan bekerja sama dengan perawatan rehabilitasi.