Bagaimana cara mengobati otitis media kolesteatoma?

  Karakteristik klinis dan prognosis otitis media kolesteatoma dengan kelumpuhan wajah perifer TUJUAN: Untuk menyelidiki karakteristik klinis dan faktor prognostik yang mempengaruhi otitis media kolesteatoma dengan kelumpuhan wajah perifer. METODE: Data klinis dari 21 kasus otitis media kolesteatoma dengan kelumpuhan wajah perifer yang diobati dengan pembedahan dianalisis secara retrospektif, dan karakteristik morbiditas dan patologi intraoperatifnya dihitung. Hasil: Onset kelumpuhan wajah akibat kolesteatoma sebagian besar lambat (76,2%), dan lokasi yang paling umum terjadinya paparan saraf wajah intraoperatif adalah segmen timpani (87,5%). Ditemukan 7 kasus (33,3%) fistula eksolimfatik yang terjadi bersamaan dan 10 kasus (47,6%) paparan meningeal yang terjadi bersamaan ditemukan secara intraoperatif. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam tingkat pemulihan saraf wajah pasca operasi yang baik (HB grade I-II) antara kelumpuhan wajah yang tidak lengkap dan kelumpuhan wajah lengkap, dan tingkat hasil pengobatan yang baik adalah 52,4% pada semua kasus. Tingkat pemulihan fungsi saraf wajah yang baik pada kelompok dengan onset kelumpuhan wajah <1 bulan secara signifikan lebih tinggi daripada kelompok dengan ≥1 bulan. KESIMPULAN: Lokasi yang paling umum dari otitis media kolesteatoma dengan kelumpuhan wajah perifer adalah segmen timpani, yang sering berdampingan dengan fistula limfatik eksternal dan paparan meningeal. Mastoidektomi terbuka dan dekompresi lokal saraf wajah adalah cara yang efektif untuk mengobati otitis media kolesteatoma dengan kelumpuhan wajah, dan waktu timbulnya kelumpuhan wajah mempengaruhi pemulihan fungsi saraf wajah setelah operasi, yang harus dilakukan sedini mungkin.